Berita  

Hak Pejalan Kaki di Rampok Pengusaha Di Reo

Manggarai, Pena1NTT.com — Trotoar yang seharusnya menjadi fasilitas umum bagi pejalan kaki kini justru berubah fungsi menjadi lahan parkir kendaraan pasokan material di depan sejumlah toko bangunan seperti Material Benteng Mas, Arjuna, Garuda Mas, dan Toko Pagi, yang berlokasi di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kondisi ini menimbulkan keluhan dari banyak warga, lantaran aktivitas parkir kendaraan besar di atas trotoar kerap mengganggu kenyamanan dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari.

Pantauan media di lapangan menunjukkan, truk-truk pengangkut material sering berhenti di depan toko-toko tersebut saat arus lalu lintas sedang padat. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke jalan raya, sementara pengendara terganggu karena pandangan mereka tertutup oleh kendaraan besar yang terparkir di badan jalan.

“Kalau pagi itu jalan sudah ramai. Ada mobil sekolah, motor, angkot, semua tumpah ruah. Ditambah truk parkir di depan toko, jelas bikin kacau. Pejalan kaki juga jadi susah, harus turun ke jalan. Ini berbahaya,” kata Hendra, warga sekitar, Kamis (16/10/2025).

Bahayakan Penyebrang Jalan

Situasi semakin berisiko karena keberadaan kendaraan besar di trotoar dan badan jalan tidak hanya merampas hak pejalan kaki, tetapi juga mengurangi jarak pandang bagi warga yang hendak menyeberang.

“Kalau ada mobil besar parkir, pandangan kita tertutup. Mau nyeberang jadi was-was, takut ada motor atau mobil dari arah lain yang tidak terlihat. Ini rawan kecelakaan,” tambah Hendra.

Hal senada disampaikan Egi Bos, tokoh pemuda setempat. Ia menilai perilaku pihak toko yang tetap menggunakan trotoar untuk kepentingan pribadi menunjukkan sikap abai terhadap aturan dan keselamatan publik.

“Ini bukan cuma soal pejalan kaki yang terganggu. Lebih berbahaya lagi karena menutup pandangan orang yang mau nyeberang. Kalau sampai ada kecelakaan, siapa yang tanggung jawab? Aparat jangan kalah dengan pengusaha seperti ini,” ujarnya.

Sudah Pernah Ditegur, Tapi Tak Ada Perubahan

Menurut Egi, permasalahan ini bukan hal baru. Warga mengaku sudah beberapa kali melaporkan hal tersebut, bahkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP telah turun tangan untuk memberikan teguran. Namun, hingga kini belum ada perubahan berarti.

“Dishub sudah menegur, Satpol PP juga pernah turun. Tapi nyatanya tetap saja begitu. Seolah-olah aturan tidak berlaku untuk mereka. Warga yang dirugikan, tapi perusahaan yang enak-enakan,” tegasnya.

Egi menegaskan, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas, warga tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi protes.

“Kami tidak ingin ada keributan, tapi kalau sudah berkali-kali diingatkan tetap saja begitu, warga bisa saja turun aksi. Jangan sampai masyarakat yang harus bertindak dulu baru aparat bergerak,” ujarnya.

Ia juga meminta aparat untuk berani memberikan sanksi nyata kepada pihak yang melanggar.

“Kalau sudah ditegur berkali-kali tapi masih bandel, ya harus ada sanksi tegas. Bisa denda, bisa pembatasan izin. Jangan tunggu warga bertindak dulu baru aparat turun tangan,” pungkasnya.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Toko Benteng Mas, Arjuna, Garuda Mas, dan Toko Pagi belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga tersebut.

Warga berharap pemerintah segera menertibkan aktivitas parkir dan bongkar muat di trotoar, agar kenyamanan pejalan kaki, penyebrang jalan, serta ketertiban lalu lintas di wilayah Reo tetap terjaga.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *