JAKARTA, PENA1NTT.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Generasi Indonesia Berani (DPP K-GIBRAN), Arnold Lintong, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berbasis pada ide dan karya nyata, bukan pada budaya saling menjatuhkan.
Hal tersebut disampaikan Arnold melalui pernyataan resminya, Minggu (12/10/2026).
Arnold mengutip sebuah adagium terkenal, *“Orang besar berbicara tentang ide, orang rata-rata berbicara tentang peristiwa, dan orang kecil membicarakan orang lain.”
Menurutnya, kutipan tersebut sangat relevan dengan situasi kebangsaan saat ini, di mana ruang publik seringkali dipenuhi dengan narasi yang saling menyerang, bukan saling menguatkan.
“Pemimpin sejati tidak menghabiskan waktunya untuk menjatuhkan orang lain. Pemimpin sejati hadir membawa gagasan, membangun persatuan, menciptakan solusi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tegas Arnold Lintong.
Ia menambahkan, bagi K-GIBRAN, perjuangan bukan diukur dari siapa yang paling banyak berbicara, melainkan siapa yang mampu memberikan bukti melalui karya dan pengabdian.
Arnold menjelaskan, K-GIBRAN hadir bukan untuk memperbanyak perpecahan, melainkan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berani berpikir besar, bertindak nyata, dan bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
“Mari tinggalkan budaya saling menjatuhkan. Saatnya membangun budaya saling menguatkan, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama demi Indonesia yang lebih maju,” ajaknya.
Di akhir pernyataannya, Arnold menekankan bahwa masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa hebat seseorang membicarakan orang lain, tetapi oleh seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada negeri ini.
“KAMI ANAK MUDA INDONESIA, GIGIH DAN BERANI! K-GIBRAN — Bergerak dengan Ide, Berkarya dengan Aksi, Mengabdi untuk Indonesia,” tutup Arnold Lintong.













