Gempa Putus Aliran Irigasi, Wabup Tarsisius Sjukur Gerak Cepat Turunkan Alat Berat Selamatkan Sawah Petani

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur

BORONG, PENA1NTT.COM — Senyum lega dan rasa haru menyelimuti para petani di Desa Bangka Kantar dan Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Kekhawatiran akan ancaman gagal panen yang sempat menghantui ratusan hektare sawah mereka kini perlahan sirna berkat ketanggapan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Pemda Matim).

Kerusakan parah akibat gempa bumi yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu sempat memutuskan urat nadi pertanian warga. Material longsor menimbun saluran irigasi utama hingga ambruk dan menghentikan total aliran air ke lahan sawah warga. Dalam situasi krisis yang mengancam mata pencaharian warga, respon cepat pemerintah menjadi berkah yang sangat disyukuri.

IR, salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian Pemda Matim. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menceritakan awal mula penanganan tersebut.

“Saat awal kejadian, saya memberanikan diri menelepon langsung Wakil Bupati Manggarai Timur, Pak Tarsisius Syukur. Kami sangat cemas dengan kondisi sawah kami. Alhamdulillah, hanya berselang beberapa hari, beliau langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menepis semua kendala dan menurunkan alat berat ke lokasi,” tutur IR.

Sebelumnya, kondisi memprihatinkan ini sempat diberitakan oleh media PENA1NTT.COM dengan judul “Pasca Gempa, Ratusan Hektare Sawah di Bangka Kantar dan Golo Kantar Terancam Gagal Panen”. Pemberitaan tersebut menjadi cermin betapa vitalnya keberadaan air bagi napas hidup ratusan kepala keluarga di dua desa tersebut.

Saat dikonfirmasi media pada Rabu (26/08/2026), Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, membenarkan langkah cepat yang diambil pihaknya. Bagi Pemda Matim, keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Benar, warga memang ada menghubungi saya. Persoalan bencana ini adalah bagian dari tanggung jawab Pemda Matim. Kebutuhan air untuk pertanian sangat penting bagi kehidupan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat kita. Kita harus hadir dan bergerak cepat,” tegas Tarsisius.

Kini, raungan mesin alat berat di lokasi irigasi yang tertimbun longsor bukan sekadar suara perbaikan infrastruktur, melainkan simbol hadirnya harapan baru bagi para petani. Bagi masyarakat Bangka Kantar dan Golo Kantar, kepedulian dan kepekaan pimpinan daerah di masa sulit ini akan selalu terpatri sebagai wujud nyata pelayanan tulus untuk rakyat.

Penulis: Dion Damba Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *