Soroti Anggaran Dasacita NTT, Junaidin Mahasan Minta Fokus Pada Penguatan Kompetensi Dasar Peserta Didik

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Junaidin Mahasan (Foto Istimewa)

Manggarai-Pena1-Ntt.com — Sorotan tajam disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi NTT yang juga Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Nusa Tenggara Timur tidak boleh sekadar diukur dari banyaknya program yang berjalan, melainkan dari capaian nyata kesejahteraan masyarakat dan peningkatan mutu pendidikan.

Evaluasi Indikator Keberhasilan dan Orientasi Pendidikan

​Junaidin Mahasan menilai pencapaian pembangunan daerah pada dasarnya diukur melalui tingkat kesejahteraan masyarakat, meningkatnya pendapatan petani dan nelayan, hingga membaiknya mutu pendidikan serta kesehatan. Namun, ia menyayangkan pembahasan anggaran Dasacita bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilainya masih mendominasi urusan bisnis dan kegiatan seremonial seperti workshop, ketimbang menyentuh hakikat dasar pendidikan.

Tantangan Literasi dan Kualitas Sumber Daya Manusia

​Merespons kondisi riil di lapangan, Junaidin mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan daerah masih menghadapi tantangan mendasar. Ia menyoroti temuan di mana sejumlah siswa tingkat menengah atas masih mengalami kendala dalam kemampuan dasar membaca dan berhitung. Ketimpangan literasi dan numerasi ini turut berdampak pada daya saing sumber daya manusia daerah, termasuk rendahnya tingkat kelulusan generasi muda NTT saat mengikuti seleksi penerimaan perwira maupun kepolisian.

Peralihan Fokus Anggaran dan Penataan Program OCOP

​Politisi PSI ini mendesak agar alokasi anggaran Dasacita yang bernilai puluhan miliar rupiah ditata ulang dan difokuskan langsung pada perbaikan mutu dasar peserta didik. Secara khusus, Junaidin menekankan bahwa program One Class One Product (OCOP) seharusnya menjadi pelengkap pembelajaran, bukan tujuan utama pendidikan. Jangan sampai sekolah justru lebih sibuk mengejar target produksi daripada memastikan setiap peserta didik mampu membaca dengan baik, berhitung dengan benar, berpikir kritis, dan memiliki karakter yang kuat.

Pendidikan Holistik Sebagai Solusi Mutu SDM

​Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi merupakan pondasi utama dalam standar pendidikan nasional yang menentukan daya pikir serta kapasitas generasi muda. Kegiatan praktik wirausaha atau produk kreatif idealnya hadir untuk mengasah penerapan teori secara holistik, tanpa mengorbankan penguasaan kemampuan dasar siswa.

Dorongan Efektivitas Pengawasan Kebijakan

​Sebagai wakil rakyat, Junaidin Mahasan menekankan pentingnya komisi terkait dan para pemangku kepentingan untuk lebih aktif serta vokal sejak awal dalam mengawal penyusunan anggaran.

Langkah pengawasan ini krusial agar hakikat utama pendidikan dalam mencetak generasi yang mahir membaca, berhitung, dan berdaya saing tinggi tidak terabaikan oleh agenda yang kurang relevan.

Penulis: Bino Maot Editor: Bino maot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *