MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Universitas Katolik (UNIKA) Santu Paulus Ruteng menggelar upacara wisuda sarjana ke-XXV dengan meluluskan sebanyak 1.304 sarjana pada Sabtu (6/12/2025)
Momen ini menjadi panggung bagi Rektor UNIKA, RD. Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., untuk menyampaikan pesan yang tegas mengenai peran generasi Z (Gen-Z) di tengah tantangan zaman yang disebut Era Post-Truth.
Dalam arahannya, Romo Manfred menyoroti tema sentral wisuda tahun ini, “Membangun Daya Kritis, Inovatif, dan Adaptif Gen-Z dalam Menghadapi Era Post-Truth.”
Ditegaskan olehnya, masyarakat kini menghadapi realitas di mana informasi berlimpah, tetapi kebenaran sering kali kabur, dan di mana opini dapat terdengar lebih lantang daripada fakta.
Ia menambahkan, bangsa dan masyarakat sangat membutuhkan pribadi yang mampu berpikir jernih, membaca situasi dengan bijak, dan tetap teguh pada nilai kemanusiaan.
“Kita hidup di era di mana informasi berlimpah, tetapi kebenaran sering kali kabur; di mana opini dapat terdengar lebih lantang daripada fakta; di mana narasi bisa lebih memikat daripada realitas,” ujar Rektor, menekankan bahwa kondisi ini menuntut Gen-Z untuk tidak mudah tersesat dalam pusaran kabar yang membingungkan
Romo Manfred juga mendorong para lulusan untuk menjadi generasi yang inovatif, generasi yang berani mencoba hal baru, menawarkan gagasan segar, dan menemukan solusi kreatif untuk persoalan nyata.
Dunia kerja, menurutnya membutuhkan keberanian untuk mencipta, bukan sekadar mengikuti arus.
Di tengah perubahan yang cepat, sikap adaptif juga menjadi kunci, di mana lulusan harus menjadi pribadi yang fleksibel, terbuka terhadap perubahan, dan siap belajar tanpa harus melepaskan nilai-nilai yang mendasarinya.
“Bangsa dan masyarakat kita membutuhkan pribadi-pribadi yang mampu berpikir jernih, membaca situasi dengan bijak, dan tetap teguh pada nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Romo Manfred menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua atas pengorbanan mereka, serta kepada Pembina Yayasan, LLDikti Wilayah XV, jajaran pemerintah daerah, mitra, tokoh agama, dan seluruh Civitas Academica atas dukungan berkelanjutan mereka.
Kepada 1.304 sarjana yang diwisuda, ia berpesan bahwa wisuda ini bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal menuju dunia nyata yang membutuhkan kontribusi dan karakter mereka.
“Melangkahlah dengan kepala yang tegak, hati yang rendah, dan semangat yang berkobar. Jadilah pembawa harapan di masa ketika kebenaran diuji. Jadilah wajah kasih di tengah masyarakat yang haus akan keadilan dan empati,” tutupnya.
















