Manggarai-Pena1-Ntt.com–Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai, Kanis Nasak, memberikan klarifikasi mendalam mengenai potret riil capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini diambil guna meluruskan sorotan sejumlah fraksi DPRD dalam sidang Paripurna terkait akumulasi total realisasi PAD Kabupaten Manggarai yang dinilai belum optimal.
Kaban Kanis Nasak menegaskan bahwa indikator kinerja makro fiskal yang berada di bawah tata kelola langsung Bapenda Manggarai saat ini berada dalam kondisi yang sangat sehat dan melampaui target rata-rata.
Memilah Domain: Realisasi Sektor Bapenda Tembus 73,08%
Dalam penjelasannya di hadapan anggota dewan pada rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Kaban Kanis memaparkan struktur pengelola keuangan daerah agar tidak terjadi bias informasi di masyarakat.
”Perlu dipahami bersama bahwa di Kabupaten Manggarai terdapat 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggung jawab kolektif dalam menyumbang PAD. Angka realisasi sekitar 60% yang disoroti sebelumnya merupakan akumulasi total dari 11 OPD tersebut.
Sementara untuk bagian yang murni menjadi domain dan tanggung jawab Bapenda, pencapaian kita berada di angka 73,08%,” urai Kanis Nasak.
Ia memberikan contoh nyata bahwa pengelolaan retribusi sampah merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD), sedangkan Pajak Kendaraan Bermotor berada di bawah domain Dinas Perhubungan. Oleh karena itu, performa serapan anggaran tidak bisa dibebankan kepada satu pintu saja.
DPRD Apresiasi Tren Pertumbuhan Positif
Klarifikasi objektif ini disambut positif oleh legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Soe Flavianus, mengapresiasi kerja keras Bapenda yang berhasil menjaga tren pertumbuhan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Remigius Nalas tersebut, realisasi PAD Bapenda terus merangkak naik secara signifikan:
1. Tahun 2024: Realisasi berada di angka 60,3%
2. Tahun 2025: Melesat naik ke angka 70,08% (akumulatif awal) / 73,08% (sektor murni Bapenda)
3. Terdapat lompatan pertumbuhan kinerja fiskal sebesar 10,05% yang dinilai sebagai pencapaian positif.
Modernisasi Digitalisasi Rampung Akhir Juni 2026
Menjawab rekomendasi dewan terkait efisiensi tata kelola melalui teknologi, Kaban Kanis Nasak memastikan Bapenda Manggarai sudah melangkah maju dan sangat adaptif.
- Sistem Pajak Daerah: Telah bertransformasi menggunakan sistem digital terintegrasi sejak tahun 2022 bekerja sama dengan bank mitra.
- Sistem Retribusi Daerah: Saat ini sedang dalam fase finalisasi migrasi sistem dan diproyeksikan rampung 100% pada akhir Juni 2026.
”Jika di lapangan masih ditemukan transaksi manual, itu murni karena pilihan kenyamanan wajib pajak, bukan karena infrastruktur digital kita yang tidak siap,” tegas Kaban Kanis.
Tantangan ke Depan:Reformasi PBB dan Gerakan Massal
Meski performa Bapenda terbukti sehat, Soe Flavianus mengingatkan bahwa tantangan besar menanti pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia mendorong adanya reformasi pendataan objek pajak baru, baik di wilayah perkotaan (Ruteng) maupun pedesaan, serta penguatan kapasitas SDM Bapenda.
”Mengoptimalkan PAD tidak bisa hanya menjadi beban dinas ini saja. Kita butuh gerakan massal, melibatkan tokoh agama hingga tingkat basis di masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran wajib pajak. Jika ini bergerak bersama, target PAD hingga Rp150 Miliar sangat realistis untuk dicapai,” ujar Flavianus.
Sinergi kuat ini diamini oleh Pimpinan Rapat, Remigius Nalas. Ia berharap kemitraan antara DPRD dan Pemkab Manggarai melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.













