PENA1NTT – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengambil langkah agresif untuk menjaga ritme pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Tak ingin pembangunan melambat, daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini resmi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT guna membiayai berbagai proyek prioritas.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan fiskal yang terbatas, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat.
“Untuk mempercepat pembangunan di Manggarai Timur, kita tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Karena itu, kita memanfaatkan semua sumber daya yang ada, salah satunya melalui kerja sama pinjaman daerah dengan Bank NTT. Ini sudah kedua kalinya kita lakukan,” tegasnya.
Pinjaman tersebut difokuskan sepenuhnya pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan hotmix dan lapen, penguatan instalasi air minum, hingga penyelesaian 75 unit rumah layak huni.
Agas menekankan, meski bersifat pinjaman, manfaatnya akan segera dirasakan masyarakat luas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kewajiban pengembalian tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai aturan yang berlaku.
“Pinjaman ini manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, namun tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk mengembalikannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menariknya, proposal awal yang diajukan Pemkab sebenarnya mencapai Rp150 miliar. Namun setelah melalui proses evaluasi ketat di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, jumlah yang disetujui dipangkas menjadi Rp100 miliar.
Dukungan terhadap skema ini datang dari Direktur Utama Bank NTT, Carlie Paulus. Ia menyebut pembiayaan melalui pinjaman daerah merupakan solusi strategis untuk mendorong percepatan pembangunan.
“Bank NTT memberikan kemudahan proses, terutama untuk program prioritas, mengingat pemerintah daerah juga merupakan pemegang saham,” jelasnya.
Carlie menambahkan, hingga saat ini sudah ada dua daerah yang memanfaatkan fasilitas tersebut, yakni Manggarai Timur dan Kabupaten Rote Ndao.
Dengan langkah ini, Manggarai Timur menunjukkan strategi adaptif dan progresif memanfaatkan skema pembiayaan kreatif agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal. Harapannya, percepatan ini benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.***













