Manggarai Barat-Pena1-Ntt.com
-Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bergerak cepat merespons dinamika di masyarakat menyusul kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Guna menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tim gabungan lintas satuan dikerahkan untuk menyisir titik-titik vital di Kota Labuan Bajo, Senin (20/04/2026) dini hari.
Patroli berskala besar ini melibatkan personel piket fungsi dari Satuan Samapta, Reskrim, Resnarkoba, Intelkam, Lantas, hingga SPKT. Langkah preventif ini diambil untuk meminimalisasi kriminalitas, penimbunan, dan premanisme pasca-perubahan harga yang berlaku sejak Sabtu (18/4) pukul 00.00 Wita.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Korps Bhayangkara di lapangan merupakan komitmen Polri untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan ketersediaan stok energi bagi warga tetap terjaga.
“Kegiatan patroli ini merupakan upaya cipta kondisi. Kami ingin memastikan tidak ada oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi penyesuaian harga ini untuk melakukan tindakan kejahatan yang dapat merugikan masyarakat luas atau mengganggu stabilitas Kamtibmas di Manggarai Barat,” tegas AKBP Christian Kadang dalam keterangannya.
Pengawasan Ketat di Empat Titik Strategis
Operasi malam tersebut menyasar empat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) utama di wilayah Kecamatan Komodo yang menjadi nadi transportasi di kawasan pariwisata super prioritas ini, antara lain SPBU Perundi (5486504) di Kelurahan Wae Kelambu, SPBU Wardun (5886512) di Desa Gorontalo, SPBU Gorontalo (5486506) di Desa Gorontalo dan SPBU Kampung Tengah (5886512) di Kelurahan Labuan Bajo.
Di lapangan, petugas tidak hanya sekadar berjaga, namun juga melakukan dialog persuasif dengan pengelola SPBU serta warga yang tengah mengantre. Edukasi diberikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang memicu kepanikan.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak SPBU agar segera menginformasikan kepada masyarakat mengenai perubahan harga ini secara transparan guna menghindari kesalahpahaman di lapangan. Sejauh ini, situasi di empat SPBU tersebut terpantau aman dan terkendali,” tambah Kapolres.
Stok Aman dan Pantauan Harga
Berdasarkan hasil pantauan personel di lapangan, diketahui bahwa penyesuaian harga hanya terjadi pada lini produk BBM non-subsidi. Rinciannya, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.850, Dexlite Rp24.150, dan Pertamina Dex menyentuh harga Rp24.450.
Kabar baiknya, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, serta Pertamax 92, tetap bertahan di harga lama. Hingga saat ini, aktivitas pengisian terpantau normal tanpa adanya indikasi panic buying.
“Kami memastikan hingga saat ini stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, masih dalam kondisi aman. Tidak perlu ada kekhawatiran berlebih terkait ketersediaan stok,” sebutnya lebih lanjut.
AKBP Christian Kadang menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala.
“Patroli serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk deteksi dini terhadap segala bentuk potensi kerawanan sosial di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo,” ungkapnya.













