Klaim Penolakan Pabrik Porang Terbantahkan, Data Lapangan Tunjukkan Dukungan Masif

(Foto Istimewa/Bino Maot:Suasana aktivitas di dalam Pabrik pengolahan porang yang menunjukan progres pengerjaan signifikan)

Manggarai-Pena1-Ntt.com – Pembangunan industri pengolahan porang di Kabupaten Manggarai oleh pengusaha muda asal Reo, Piter Henoek, mendapat lampu hijau dari mayoritas masyarakat. Berdasarkan data lapangan terbaru, kehadiran pabrik ini disambut antusias sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi warga sekitar.

Fakta Lapangan: Hanya Dua Orang yang Keberatan

Piter Henoek mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan interaksi langsung di wilayah sekitar pabrik, arus dukungan masyarakat sangat kuat.

Dari puluhan warga yang berada di area terdampak langsung, tercatat hanya dua orang yang menyatakan keberatan.

​”Secara sosiologis, dukungan masyarakat luar biasa. Data lapangan menunjukkan bahwa dari sekian banyak warga, hanya sebagian kecil yang keberatan—tercatat hanya dua rumah tangga. Secara kolektif, masyarakat Manggarai justru melihat pabrik ini sebagai harapan baru untuk kepastian pasar porang,” tegas Piter optimistis, Sabtu (18/04/2026).

Piter menambahkan bahwa aktivitas saat ini masih dalam tahap Prakondisi, sebuah fase krusial untuk mengevaluasi seluruh potensi dampak sebelum operasional penuh dilakukan, guna memastikan kenyamanan warga tetap terjaga.

Langkah Perbaikan dan Komitmen Lingkungan

Menanggapi dinamika yang ada, Afri Ramli selaku Konsultan Lingkungan menegaskan bahwa perusahaan sangat responsif terhadap masukan teknis.

Hasil pengawasan terakhir memastikan perusahaan siap melakukan penguatan sarana prasarana demi menjaga hubungan harmonis dengan pemukiman warga.

Poin-Poin Perbaikan Konkret:

1.​Pengolahan Limbah:

Penambahan unit bak pengolahan air limbah secara intensif.

2.Privasi & Estetika:

Penutupan area bangunan yang masih terbuka yang menghadap langsung ke permukiman warga.

3.Mobilitas:

Penataan ulang akses keluar masuk kendaraan operasional.

4.Kualitas Udara:

Perbaikan sistem pembuangan emisi dan kebijakan pengurangan jam operasional.

​”Kami juga sudah menyusun komitmen penanganan kesehatan pekerja. Kedepannya, perusahaan akan bermitra dengan fasyankes terdekat untuk pemeriksaan kesehatan rutin,” tambah Afri Ramli.

Peninjauan Teknis Pemerintah Kabupaten

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai,
Charlenson Z. Rihimone, S.kom, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik porang. Peninjauan tersebut dilakukan bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Asisten Administrasi Umum (Asisten III).

​”Secara teknis, kami akan melakukan kajian lebih mendalam, terutama terkait proses pembakaran, emisi sulfur, dan pengelolaan limbah pencucian porang. Pembahasan lebih lanjut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang,” ungkap Charlenson, melaui via teleponnya kepada media, Sabtu (18/04/2026).

Dukungan Pemerintah: Solusi untuk Petani

Sebagai penutup, Camat Reok, Theobaldus Junaidin S.H., turut memberikan apresiasi atas langkah transparan yang dilakukan Piter Henoek. Menurutnya, investasi ini adalah solusi nyata bagi petani porang yang selama ini kesulitan mencari pasar.

Kami mendukung penuh setiap investasi yang masuk selama mengikuti aturan. Pabrik ini adalah langkah maju untuk menjadikan Reo sebagai sentra ekonomi baru di Manggarai.

“Selain kepastian harga bagi petani, perusahaan juga berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memberikan perlindungan jaminan sosial serta upah yang layak bagi seluruh pekerjanya” pungkas Camat Reok.

 

Penulis: Bino MaotEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *