MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Semangat kasih dan kepedulian nyata ditunjukkan oleh Presidium Legio Maria Ratu Surga Yang Mulia STIPAS Santo Sirilus Ruteng. Pada Minggu, 19 April 2026, enam mahasiswa/i melaksanakan kunjungan kasih ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Renceng Mose, menghadirkan sukacita sekaligus pesan iman bagi para penghuni dan pendamping.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Rangkaian acara diisi dengan nyanyi bersama yang membangkitkan semangat, goyang bersama yang menciptakan keceriaan, hingga sesi sharing Kitab Suci yang mengangkat tema “Perumpamaan tentang domba yang hilang” (Luk. 15:3-7; Mat. 18:12-14).
Sesi berbagi sabda menjadi momen yang paling berkesan. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan reflektif, “Apa perbedaan antara orang berdosa dan anak domba yang hilang? Mengapa Tuhan mengumpulkan orang-orang seperti itu?”
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Rati Gunus, mahasiswa STIPAS, dengan penjelasan yang menyentuh. Ia menegaskan bahwa Yesus hadir bagi mereka yang berdosa, bukan bagi mereka yang merasa diri sudah benar.
“Seperti kisah anak domba yang hilang, Tuhan tidak hanya menjaga yang sudah ada, tetapi juga mencari yang tersesat agar semuanya kembali dan memiliki kedudukan yang sama di hadapan-Nya,” ungkapnya.

Suasana semakin haru ketika salah seorang ibu membagikan kisah hidupnya. Ia mengungkapkan kesedihan mendalam akibat kehilangan anak mantunya, namun tetap memelihara harapan agar orang yang dikasihi dapat kembali. Seluruh peserta turut larut dalam empati dan bersama-sama mendoakan harapan tersebut.
Tidak hanya itu, sesi berbagi juga diwarnai dengan kisah inspiratif dari salah satu mahasiswi STIPAS. Ia menceritakan perjalanan hidupnya yang sempat ingin menjadi pengacara, namun gagal dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Dalam kebimbangan, ia akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di STIPAS melalui dukungan Program Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Awalnya ragu, tetapi saat mengikuti misa pagi beberapa hari, saya merasa Tuhan berbicara langsung melalui khotbah. Dari situ saya belajar bahwa Tuhan selalu punya rencana terbaik,” tuturnya.
Sementara itu, Bruder Honorius FC selaku pembimbing di RSJ Renceng Mose menyampaikan apresiasi dan harapannya.
“Terima kasih atas kehadiran dan perhatian kalian. Kami berharap ini menjadi awal dari kunjungan yang berkelanjutan, bukan yang terakhir,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penuh rasa syukur. Tidak hanya membawa kebahagiaan bagi para penghuni rumah sakit, tetapi juga memberikan pengalaman rohani yang mendalam bagi para mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa tindakan sederhana yang dilandasi kasih mampu menghadirkan harapan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak orang merasakan sentuhan kasih melalui aksi nyata kepedulian sesama.
Laporan: Elcy Nemas (Mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng)













