Kecelakaan Tunggal Truk Fuso di Manggarai Barat, Nyawa Pelajar Ngada Tak Tertolong

Kecelakaan Tunggal Truk Fuso di Manggarai Barat, Nyawa Pelajar Ngada Tak Tertolong: Begini Penyebabnya

MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM — Kecelakaan tunggal kembali merenggut nyawa di jalur Trans Flores. Seorang pelajar asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah terjepit truk Hino Fuso yang mengalami rem blong di Kampung Rangga Watu, Desa Golo Ndesat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis malam (26/2/2026).

Korban diketahui bernama Yoseph Rojerius Noa (19), warga Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Ia menumpang truk bersama sopir dan satu penumpang lain saat kendaraan besar tersebut kehilangan kendali di tengah hujan lebat dan kabut tebal.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Manggarai Barat, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Truk bernomor polisi L 8996 UCD melaju dari Labuan Bajo menuju Ruteng, dengan tujuan akhir Bajawa, Kabupaten Ngada.

“Truk mengalami kegagalan fungsi mekanis secara total. Kopling, persneling, dan rem tidak dapat difungsikan sehingga kendaraan langsung hilang kendali dan keluar jalur,” ungkap IPDA Bayu, Jumat (27/2/2026).

Saat truk meluncur tak terkendali di jalan lurus menurun, sopir sempat meminta seluruh penumpang tetap berada di dalam kabin. Namun korban diduga panik dan memilih melompat keluar melalui pintu kiri ketika kendaraan mulai miring ke arah parit.

“Korban terjepit di antara pintu mobil dan gundukan tanah saat truk berhenti di dalam got. Sementara sopir dan satu penumpang lainnya selamat karena tetap berada di dalam kabin,” jelasnya.

Warga setempat yang menjadi saksi langsung berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Rekas. Namun nyawa Yoseph tidak tertolong akibat luka dalam yang parah.

Petugas Satlantas Polres Manggarai Barat segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan satu unit truk sebagai barang bukti. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar jutaan rupiah.

IPDA Bayu menegaskan kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan berat yang melintasi jalur ekstrem di wilayah Manggarai Barat.

“Pengecekan kelaikan kendaraan wajib dilakukan sebelum perjalanan, apalagi di musim hujan dengan kondisi medan yang berat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Ngada pada malam yang sama untuk disemayamkan oleh pihak keluarga. Sementara sopir dan satu penumpang selamat masih mengalami trauma dan telah kembali ke daerah asal mereka.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *