Serap Aspirasi Warga, Vinsensius Pata dan Paulus Yorit Poni Salurkan Bantuan di Kaju Wangi

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Vinsensius Pata, bersama Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Y. Yorit Poni, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027.

 

Kegiatan yang digelar di Mboeng, Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (26/10/2026), tersebut dihadiri ratusan masyarakat.

Reses yang dilaksanakan kedua legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu tidak hanya menjadi ruang dialog untuk menghimpun berbagai persoalan masyarakat, tetapi juga dirangkaikan dengan penyaluran sejumlah bantuan.

Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, sarung, kostum olahraga bagi kelompok orang muda pencinta sepak bola, serta satu unit alat perontok padi atau power thresher untuk kelompok tani.

Vinsensius Pata mengatakan, reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota legislatif untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.

Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses menjadi bahan penting untuk diperjuangkan dalam pembahasan di lembaga legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Bagi saya, reses bukan sekadar agenda formalitas atau rutinitas tahunan pertemuan warga, melainkan kesempatan untuk hadir, mendengar langsung cerita, kebutuhan, serta duka masyarakat. Semangatnya adalah menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujar Vinsensius.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores.

“Bantuan yang kami salurkan hari ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga di sini, terlebih khusus bagi warga korban bencana gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Pulau Flores,” katanya.

Yorit Poni: Reses adalah Sidang Bersama Rakyat

Sementara itu, Paulus Y. Yorit Poni mengatakan, reses merupakan momentum bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sebelum kembali menjalankan agenda persidangan di gedung dewan.

Ia menyebut, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat pada reses sebelumnya telah diperjuangkan dan mulai menunjukkan hasil.

Yorit Poni mencontohkan pembangunan gedung baru SDN Mboeng yang sebelumnya menjadi salah satu aspirasi masyarakat dalam agenda reses tahun 2025.

“Pada tahun 2025 agenda reses juga dilaksanakan di SDN Mboeng. Berkat usulan warga dan perjuangan kita bersama, hari ini SDN Mboeng mendapat pembangunan gedung baru,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi yang diperjuangkan melalui Dr. Andreas Hugo Pareira setiap tahun terus disalurkan kepada masyarakat.

Menurut Yorit Poni, keberhasilan memperjuangkan aspirasi masyarakat membutuhkan kesinambungan antara kebutuhan warga, perjuangan anggota dewan, serta dukungan pemerintah melalui penganggaran.

Soroti Keterbatasan Anggaran Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Yorit Poni turut menyoroti kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang menurutnya menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan.

Ia mengatakan, ruang fiskal daerah semakin terbatas, sementara kebutuhan pembangunan di Manggarai Timur cukup besar karena wilayah kabupaten yang luas.

“Belanja modal kita hanya 18 persen, sementara wilayah Matim sangat luas. Anggaran kita terbatas dan tentu sangat menyulitkan pemerintah daerah. Itu juga dipengaruhi oleh pengurangan TKD dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan kualitas jalan kabupaten.

Yorit Poni menyebut Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Manggarai Timur secara konsisten memasukkan kebutuhan perbaikan ruas jalan Lempang Paji menuju Marabola sebagai salah satu perhatian dalam pembahasan pembangunan daerah.

Selain persoalan jalan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kebutuhan perizinan AMDAL untuk rencana wilayah Marabola tembus Buntal, Desa Golo Lijun.

Menurut Yorit Poni, kebutuhan anggaran untuk proses tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Ia juga menyinggung pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur serta kondisi kemantapan jalan kabupaten yang disebutnya baru mencapai sekitar 50 persen dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 904 kilometer.

Warga Keluhkan Jalan, Air Bersih hingga Listrik

Dalam dialog terbuka, masyarakat Kaju Wangi menyampaikan sejumlah persoalan yang masih mereka hadapi.

Aspirasi warga didominasi kebutuhan terhadap perbaikan infrastruktur jalan, akses air minum bersih, serta penerangan dan kehadiran jaringan listrik PLN.

Persoalan pemerataan bantuan sosial juga menjadi salah satu perhatian masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Berbagai usulan itu kemudian dicatat sebagai bahan aspirasi untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan program dan anggaran di tingkat legislatif.

Yorit Poni juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya warga Rembong Raya dan Dapil IV, atas dukungan terhadap PDI Perjuangan pada Pemilihan Legislatif 2024.

“Selain reses, kami juga datang mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Rembong Raya, khususnya Dapil IV, yang telah memilih PDI Perjuangan dalam pemilihan legislatif tahun 2024. Mohon doa untuk kesehatan kami dalam menjalankan amanat rakyat. Kami juga mengajak masyarakat agar terus bergotong royong untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur Selphyanus Tovin (Elpi Tote), jajaran pengurus tingkat ranting, Kepala Desa Kaju Wangi, kelompok tani, kelompok pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat dan foto bersama.

Antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa reses tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat di tingkat akar rumput.

Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *