Opini  

Menghidupkan Kembali Makna Belajar di Ruang Kelas

Opini oleh Darius Ritfikar Sutrispan (Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pendidikan sering diukur dengan angka: nilai rapor, peringkat kelas, dan kelulusan. Padahal, hakikat pendidikan jauh lebih luas daripada itu.

Pendidikan seharusnya membentuk manusia yang berpikir kritis, berkarakter, dan mampu memecahkan masalah di lingkungannya. Jika orientasinya hanya nilai, sekolah berisiko melahirkan lulusan yang pandai menghafal, tetapi gagap menghadapi kenyataan.

Persoalan itu tampak jelas di lapangan. Banyak peserta didik belajar semata-mata untuk menghadapi ujian, lalu melupakan materinya setelah ujian selesai.

Di sisi lain, guru dibebani urusan administrasi yang menyita waktu sehingga perhatian terhadap proses belajar siswa berkurang.

Kondisi ini semakin berat di daerah terpencil, tempat keterbatasan sarana, jaringan internet, dan tenaga pendidik masih menjadi kendala sehari-hari.

Oleh karena itu, perubahan perlu dimulai dari cara pandang. Guru perlu menempatkan siswa sebagai subjek yang aktif, bukan wadah penampung informasi.

Pembelajaran berbasis proyek, diskusi, dan pengamatan lingkungan sekitar dapat melatih siswa menghubungkan teori dengan kehidupan nyata.

Penilaian pun sebaiknya mencakup proses, sikap, dan kemampuan bernalar, bukan hanya hasil akhir.

Pemerintah juga memiliki peran penting. Pemerataan kualitas guru dan fasilitas harus menjadi prioritas, terutama bagi sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Pelatihan guru perlu berkelanjutan dan sesuai kebutuhan, bukan sekadar formalitas. Selain itu, orang tua dan masyarakat perlu terlibat karena pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah.

Keteladanan di rumah dan di lingkungan sama pentingnya dengan pelajaran di kelas.
Pada akhirnya, mutu pendidikan diukur dari perubahan sikap dan kecakapan peserta didik, bukan dari tebalnya rapor.

Mari menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya rasa ingin tahu, kejujuran, dan kepedulian. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak dalam menggunakan ilmunya.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *