LABUAN BAJO, PENA1NTT.COM — Akselerasi pembangunan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) menuntut kesiapan industri lokal, terutama di sektor pemenuhan kebutuhan tenaga kerja profesional.
Merespons hal tersebut, kampus Politeknik eLBajo Commodus melalui Program Studi Diploma Tiga (D3) Perhotelan mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten dan berdaya saing global.
Langkah strategis ini dipaparkan secara komprehensif dalam kegiatan bertajuk Program Studi D3 Perhotelan Siap Menghadapi Dunia Kerja Hospitality yang digelar di Ballroom Politeknik eLBajo Commodus, Rabu (06/05/2026).
Agenda yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tersebut berfokus pada sinkronisasi antara kurikulum akademis dengan kebutuhan riil industri perhotelan modern.
Sebagai beranda pariwisata premium, Labuan Bajo saat ini menghadapi lonjakan permintaan akan pasokan tenaga kerja terampil yang memiliki wawasan pelayanan standar internasional tanpa kehilangan jati diri lokal.
Guna menjembatani kebutuhan tersebut, pihak program studi menerapkan kurikulum berbasis praktik yang mengintegrasikan standar operasional industri perhotelan mutakhir.
Dewi Sartika Umul, Ketua Program Studi D3 Perhotelan mengungkapkan bahwa strategi penguatan kompetensi mahasiswa di institusinya bertumpu pada tiga pilar utama.
Pilar pertama berfokus pada keterampilan praktis, di mana mahasiswa dibekali jam terbang tinggi langsung di laboratorium simulasi hotel, restoran, hingga tata graha (housekeeping) yang disesuaikan dengan standar hotel bintang 4 dan 5.
Selanjutnya pada pilar kedua, kurikulum mewajibkan program kerja praktik dan magang (internship) di berbagai resor serta hotel terkemuka untuk mengasah adaptabilitas di lapangan kerja nyata.
Terakhir, aspek komunikasi interpersonal dan kefasihan bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya dipertajam guna menyambut segmentasi pasar wisatawan mancanegara.
“Labuan Bajo bukan hanya membutuhkan kuantitas kuota pekerja, melainkan kualitas SDM yang benar-benar memahami karakter pelesir sekaligus mampu menjaga nilai keramahan (hospitality) khas Flores. Lulusan kami diarahkan menjadi frontliner profesional yang langsung siap pakai sejak hari pertama mereka masuk ke industri,” ujarnya.
Komitmen prodi D3 Perhotelan ini diwujudkan lewat konsistensi pelaksanaan praktik berkala, baik secara internal di kampus maupun dengan menerjunkan langsung mahasiswa ke ekosistem industri.
Dengan penguatan fasilitas laboratorium terpadu dan perluasan jejaring kemitraan, Dewi optimistis institusinya dapat menjadi episentrum pengembangan SDM pariwisata yang unggul di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Dengan bekal ekosistem praktik dan relasi industri yang terus meluas, kami sangat optimis program studi ini mampu melahirkan talenta hospitality unggulan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjadi motor penggerak industri pariwisata daerah,” pungkas Dewi.
Peluang emas ini kini dibuka lebar bagi talenta muda lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin membangun karier cemerlang di industri pariwisata.
Melalui ekosistem pendidikan yang terukur, mereka akan ditempa menjadi tenaga ahli yang tidak hanya profesional dan beretika, tetapi juga memiliki posisi tawar tinggi di bidang akomodasi, food & beverage, hingga manajemen front office.
Catatan redaksi: Berita ini merupakan liputan mandiri yang dilakukan oleh Selviana Bahagia (Mahasiswi Prodi D3 Perhotelan Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo)













