Manggarai-Pena1-Ntt.com — Di tengah harapan akan kehidupan yang lebih layak pasca-bencana, kenyataan pahit harus dihadapi oleh Arsyad M. Saleh (54) bersama istrinya, Jaitun Abidina, dan ketiga anak mereka. Warga Kampung Tanah Putih, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini hingga saat ini terpaksa masih bertahan hidup di dalam sebuah tenda darurat yang sangat tidak layak.
Berdasarkan pantauan langsung media di lokasi pada Rabu, 04 November 2026, hunian sementara yang menjadi tempat berlindung keluarga Arsyad di wilayah Reo ini hanya beratapkan serta berdindingkan terpal plastik sederhana berwarna hijau dan biru yang ditopang seadanya. Kondisi tenda tersebut sangat rentan terhadap cuaca panas maupun hujan, serta jauh dari standar kesehatan dan keamanan.
Kondisi ini kian memprihatinkan karena salah satu dari ketiga anak mereka mengalami sakit bawaan sejak lahir.
Keterbatasan fasilitas dasar di dalam tenda darurat tentu sangat berisiko membahayakan kondisi kesehatan sang anak yang membutuhkan penanganan serta lingkungan tempat tinggal yang kondusif.
Yang lebih menyayat hati, jeritan dan keluhan keluarga Arsyad seolah luput dari perhatian pihak berwenang. Hingga detik ini, mereka mengaku belum pernah tersentuh oleh bantuan Hunian Sementara (Huntara) maupun uluran tangan dari instansi terkait.
”Kami bertahan di tenda darurat ini bersama istri dan tiga anak kami karena tidak ada pilihan lain. Apalagi salah satu anak kami mengalami sakit bawaan, kondisi di dalam tenda sangat tidak memungkinkan. Namun bantuan huntara yang kami harapkan belum pernah datang sama sekali,” ungkap Arsyad dengan nada penuh harap.
Catatan Redaksi/ Kebutuhan Mendesak:
Selain menantikan uluran tangan dari pemerintah, keluarga ini saat ini juga sangat membutuhkan bantuan tenda atau terpal yang lebih layak serta bantuan kemanusiaan lainnya dari para dermawan dan para relawan guna mengantisipasi cuaca dan melindungi kesehatan anak mereka yang sedang sakit.
Melalui rilis ini, Arsyad M. Saleh, Jaitun Abidina, beserta warga sekitar sangat mengharapkan perhatian nyata serta respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, serta solidaritas dari para relawan.













