MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar Rapat Konsultasi Publik Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Mabaruju, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (03/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kota Komba tersebut menjadi ruang bagi pemerintah, tim penyusun AMDAL, serta masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Rapat konsultasi publik dihadiri unsur Koramil Kota Komba, Bhabinkamtibmas Polsek Kota Komba, Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, insan pers, tokoh pemuda, pengawas sekolah, jajaran Pemerintah Kecamatan Kota Komba, masyarakat, organisasi perangkat daerah Kabupaten Manggarai Timur, serta Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari daerah pemilihan Kota Komba dan Kota Komba Utara.
Turut hadir tim penyusun AMDAL dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan-sambutan, konsultasi publik, hingga penutupan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas PUPR menyampaikan bahwa konsultasi publik merupakan bagian penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi, saran dan kritik masyarakat, sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi dampak yang dapat timbul dari rencana pembangunan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Yani Gagu dalam penyampaiannya mengajak seluruh pihak mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus berkontribusi terhadap upaya pengurangan angka kemiskinan di Manggarai Timur.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki sejumlah tujuan, antara lain memenuhi hak pendidikan masyarakat miskin, mengedepankan pendidikan karakter, serta mengembangkan pendidikan berbasis digital.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan satuan pendidikan formal yang diselenggarakan dengan sistem berbasis asrama. Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan pembiayaan penyelenggaraan yang ditanggung pemerintah.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Mabaruju juga dinilai memiliki potensi memberikan dampak terhadap perkembangan kawasan sekitar, termasuk peluang pengembangan sektor pariwisata yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Namun, karena rencana pembangunan mencakup kawasan dengan luas lebih dari lima hektare, aspek lingkungan menjadi salah satu hal penting yang perlu dikaji secara menyeluruh melalui proses AMDAL.
Melalui konsultasi publik tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai masukan agar pembangunan yang direncanakan dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Masyarakat Apresiasi Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Watu Nggene mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
Masyarakat Kelurahan Watu Nggene menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya Dinas PUPR dan Dinas Sosial, atas dipilihnya wilayah Watu Nggene sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Salah seorang masyarakat setempat, Sakarias, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas rencana pembangunan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada pemerintah atas terpilihnya Watu Nggene sebagai lokasi berdirinya Sekolah Rakyat. Kami juga berharap penyerapan tenaga kerja bisa mengambil tenaga kerja lokal dan memprioritaskan tenaga kerja lokal,” ujar Sakarias.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diharapkan memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses pembangunan maupun kegiatan lainnya.
Senada dengan Sakarias, Anton, warga asli Watu Nggene, juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui dinas terkait.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah atas terpilihnya Watu Nggene sebagai lokasi berdirinya Sekolah Rakyat. Saya sebagai orang asli Watu Nggene tentu meminta pemerintah juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat sekitar kawasan Sekolah Rakyat, terlebih khusus kebutuhan air minum,” ungkap Anton.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.
Dengan adanya konsultasi publik tersebut, masyarakat berharap berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan, sehingga keberadaan Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan kawasan Watu Nggene secara keseluruhan.













