Manggarai-Pena1-Ntt.com – Ada kontras yang begitu getir sekaligus membanggakan di Kampung Rabo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Kampung di ujung wilayah ini masih terisolasi dari modernisasi, berada di area blank spot tanpa jaringan internet, bahkan belum tersentuh aliran listrik.
Namun, ketertinggalan dan sunyinya malam di kampung ini justru menjadi magnet bagi sebuah agenda kemanusiaan besar tingkat nasional pada Selasa (9/6).
Titik tumpu perhatian itu bermuara pada satu lokasi: SDN Rabo. Sekolah dasar yang berdiri di tengah kesunyian kampung ini menjadi simbol ketangguhan anak-anak pedalaman, sekaligus alasan utama di balik kunjungan strategis Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., untuk meresmikan Jembatan Garuda Sungai Pong.
Menembus Batas Isolasi Demi Membasuh Air Mata Pedalaman
Mengingat kondisi geografis Kampung Rabo yang masih terisolasi dan berada di pedalaman, Helikopter Bell 412 HA-5185 milik TNI-AD yang membawa rombongan harus mendarat di Lapangan Sepak Bola Barangkolong.
Penerbangan tersebut diawaki oleh Lettu Cpn M. Barata Dhimas E.W. dan Lettu Cpn Wahyu Jauhari M.S.
Dari Lapangan Barangkolong, Pangdam IX/Udayana yang didampingi Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, langsung melanjutkan perjalanan darat menembus batas isolasi menuju Kampung Rabo.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat melalui prosesi adat Kepok Curu oleh tokoh adat setempat. Kehadiran para pejabat tinggi yang dihadiri juga oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A; Dandim 1612/Manggarai, Letkol Arh. Amos Comenius Silaban, S.H., M.M.; Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos; Wakapolres Manggarai, Kompol Mei Charles Sitepu, S.H.; serta Camat Reok, Rita Udin SP, menegaskan satu hal: meski SDN Rabo berada di area terpencil tanpa listrik dan sinyal, martabat dan hak pendidikan anak-anak di sana adalah prioritas utama negara.
Jembatan Garuda: Hadiah Nyata untuk Nyawa Murid SDN Rabo
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan kemanusiaan, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan perintah langsung Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Secara khusus, Pangdam menyoroti nasib pilu anak-anak SDN Rabo yang selama ini harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya Sungai Pong saat musim hujan tiba demi bisa mengecap bangku pendidikan.
”Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih mudah, aman, dan cepat bagi masyarakat. Selain menggerakkan ekonomi lewat distribusi hasil tani, yang paling utama adalah bagi masa depan generasi muda. Anak-anak sekolah di Kampung Rabo kini tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai saat musim hujan. Mereka bisa melintas dengan aman demi meraih cita-cita,” tegas Pangdam IX/Udayana dengan penuh empati.
Apresiasi dari Jantung Kampung yang Sempat Terlupakan
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, mengungkapkan rasa bangganya melihat bagaimana sebuah sekolah di ujung kampung yang belum tersentuh listrik dan internet mampu mengetuk pintu hati negara hingga tingkat pusat.
”Hari ini, mewakili seluruh masyarakat Manggarai, khususnya Kampung Rabo, kami mengucapkan limpahan terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui TNI-AD. Menghadirkan pejabat negara ke wilayah yang belum ada listrik dan internet ini adalah kehormatan besar bagi kami,” tutur Bupati Hery.
Senada dengan Bupati, Albertus Ahong selaku tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Bagi kami ini adalah anugerah. Anak cucu kami di SDN Rabo tidak akan ketakutan lagi pergi ke sekolah saat musim hujan datang,” ungkapnya penuh haru.
Merawat Asa di Tengah Keterbatasan
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat belajar di tengah keterbatasan fasilitas, Pangdam IX/Udayana beserta rombongan menyerahkan bingkisan serta bantuan sembako secara simbolis kepada anak-anak berprestasi SDN Rabo dan masyarakat sekitar.
Di tengah keterbatasan energi dan informasi yang biasa mereka hadapi, wajah anak-anak Rabo tampak berbinar menerima kehangatan perhatian tersebut.
Usai meresmikan dan meninjau langsung fisik Jembatan Garuda yang kini menjadi akses utama menuju SDN Rabo, Pangdam beserta rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Salama, Kecamatan Reok untuk meninjau progres pembangunan Kawasan Daulat Pangan dan Energi (KDKMP) sebagai bagian dari program ketahanan strategis wilayah.
Secercah Cahaya Abadi di Ujung Kampung
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja bersejarah ini resmi berakhir pada pukul 16.29 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Pangdam IX/Udayana bersama rombongan kemudian bergerak kembali meninggalkan lokasi untuk bertolak pulang.
Meski para petinggi negara tersebut telah kembali dan SDN Rabo harus kembali mendekap kesunyian di ujung kampung tanpa aliran listrik serta jaringan internet, sekolah ini tidak lagi sama. Rombongan boleh saja berlalu, namun mereka meninggalkan jejak perubahan yang abadi.
Kehadiran Jembatan Garuda telah menyalakan secercah cahaya dan harapan baru bagi masa depan anak-anak SDN Rabo, memastikan bahwa meski dalam keterbatasan, langkah kaki mereka menuju sekolah kini jauh lebih aman, kokoh, dan tak lagi terisolasi oleh derasnya arus sungai.













