Jadwal Lengkap Tri Hari Suci Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga – St. Yosef Katedral Ruteng

Gereja Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga - St. Yosef Katedral Ruteng

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Umat Katolik di wilayah Keuskupan Ruteng kini memasuki Pekan Suci, masa paling sakral yang merangkum perjalanan kasih Yesus Kristus mulai dari Minggu Palma hingga puncak kebangkitan Kristus pada Hari Raya Paskah.

Di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga – St. Yosef Katedral Ruteng, masa ini menjadi momen perenungan mendalam bagi umat sebelum memasuki inti perayaan, yaitu Tri Hari Suci.

Tri Hari Suci merupakan kesatuan misteri penebusan yang dimulai dari petang Kamis Putih, peringatan perjamuan terakhir dan penetapan Ekaristi sebagai simbol pelayanan.

Berlanjut pada Jumat Agung, hari penuh keheningan untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu salib.

Perjalanan ini mencapai puncaknya pada Sabtu Suci atau Malam Paskah sebagai masa penantian fajar kebangkitan, yang kemudian dirayakan dengan penuh sukacita pada Minggu Paskah sebagai kemenangan Kristus atas maut.

Jadwal Rinci Perayaan Liturgi dan Himbauan Jumat Hening

Guna memfasilitasi kekhusyukan umat dalam merayakan misteri tersebut, pihak paroki telah menyusun pengaturan waktu dan tempat perayaan Misa secara mendetail.

Dewan Pusat Pastoral (DPP) telah menetapkan jadwal peribadatan di tiga lokasi utama dengan pembagian sesi sebagai berikut:

Kamis Putih (2 April 2026)

  • Gereja St. Yosef
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)
  • Gereja Katedral
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)
  • Aula Assumpta
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)

Jumat Agung (3 April 2026)

  • Gereja St. Yosef
    • Ibadat I (15.00 WITA)
    • Ibadat II (18.00 WITA)
  • Gereja Katedral
    • Ibadat I (15.00 WITA)
    • Ibadat II (18.00 WITA)
  • Aula Assumpta
    • Ibadat I (15.00 WITA)
    • Ibadat II (18.00 WITA)

Sabtu Suci (4 April 2026)

  • Gereja St. Yosef
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)
  • Gereja Katedral
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)
  • Aula Assumpta
    • Misa I (16.00 WITA)
    • Misa II (19.00 WITA)

Minggu Paskah (5 April 2026)

  • Gereja St. Yosef
    • Misa I (06.00 WITA)
    • Misa II (08.00 WITA)
  • Gereja Katedral
    • Misa I (06.00 WITA)
    • Misa II (08.00 WITA)
    • Misa III (10.00 WITA)
  • Aula Assumpta
    • Misa I (06.00 WITA)
    • Misa II (08.00 WITA)

Sejalan dengan pelaksanaan jadwal liturgi tersebut, peringatan wafatnya Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026, tujuh paroki di wilayah Kota Ruteng secara kolektif mengeluarkan instruksi, sebagai berikut:

  1. Jumat Agung Hening: Menjadikan Jumat Agung sebagai hari hening di seluruh Kota Ruteng mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.
  2. Pembatasan Kendaraan: Warga diminta tidak melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor di dalam kota, kecuali untuk kebutuhan darurat.
  3. Penutupan Tempat Usaha: Toko, kios, pasar, warung makan, dan usaha sejenis dihimbau tutup. Selain itu, dilarang membunyikan musik mulai pukul 06.00-18.00 WITA.
  4. Prosesi Tablo: Kegiatan Lamentasi dan Jalan Salib (Tablo) difokuskan di Natas Labar Motang Rua pukul 06.30 WITA. Umat yang hadir diharapkan menggunakan busana adat bernuansa merah.
  5. Tradisi Tahunan: Menjadikan Jumat Agung Hening sebagai tradisi tahunan yang dihormati di wilayah Kota Ruteng.

Pesan Pastoral Paroki dan Instruksi Kapolres Manggarai

Romo Andi Latu Batara, Pastor Paroki Katedral Ruteng mengimbau umat untuk memilih waktu sesi yang tersedia guna menjaga ketertiban.

Dengan adanya pembagian sesi di tiga titik lokasi, diharapkan konsentrasi massa dapat terurai sehingga setiap umat bisa mengikuti perayaan dengan tenang dan tanpa gangguan kepadatan.

“Kami mengajak umat mengikuti seluruh prosesi ini dengan sikap batin yang baik dan menjaga kekhusyukan di setiap lokasi ibadat,” pesannya.

Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa Tri Hari Suci ini juga menjadi perhatian serius pihak keamanan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan kesiapan personel kepolisian untuk menjaga keamanan, khususnya saat tradisi Jumat Hening (Silentium Magnum).

Pihak kepolisian akan melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah ruas jalan untuk memastikan suasana kota tetap kondusif dan tenang.

“Kami mendukung penuh imbauan tujuh paroki. Mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA pada hari Jumat, warga diminta membatasi pergerakan kendaraan dan aktivitas ekonomi. Mari kita jaga kesakralan hari besar ini dengan toleransi tinggi,” tegas AKBP Levi.

Sebagai penutup rangkaian perayaan, prosesi Jalan Salib (Tablo) akan dipusatkan di Natas Labar Motang Rua pada pukul 06.30 WITA, umat yang hadir diminta mengenakan busana adat bernuansa merah sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal tersebut.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *