Kelola NTT Mart di Manggarai, UBSP Lembu Nai Siap Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Lokal

Bendahara, Elsi Tat dan Rostan Mutis, Ketua UBSP Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong.

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Peresmian Gerai NTT Mart yang dikelola oleh Unit Bisnis Simpan Pinjam (UBSP) Lembu Nai di SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Selasa (27/1/2026), menandai babak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

Sebagai gerai ke-18 yang diresmikan di tingkat provinsi, kehadiran ritel ini berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai keterisolasian pasar yang selama ini menjadi hambatan utama bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM lokal di Manggarai.

Laboratorium Ekonomi Kreatif

Ketua UBSP Lembu Nai, Rostan Mutis, menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan ini merupakan mandat untuk mengintegrasikan potensi produksi masyarakat ke dalam sistem ritel yang profesional.

Berdiri sejak tahun 2013 dengan fondasi modal yang berasal dari simpanan saham para anggota, UBSP Lembu Nai telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Hingga tahun 2026, total modal yang terakumulasi telah mencapai angka Rp260-an juta, sebuah bukti kemandirian finansial yang menjadi modal sosial kuat dalam mengelola unit bisnis retail berskala daerah.

“Kami akan membangun ekosistem di mana setiap rupiah yang dikeluarkan konsumen kembali untuk menghidupi produsen lokal kita sendiri,” ujar Rostan.

Dalam pandangan Rostan, NTT Mart diposisikan sebagai pusat kurasi yang menjamin produk lokal bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Meski pengelolaan ritel ini merupakan langkah baru, pihaknya berkomitmen menerapkan manajemen profesional melalui proses seleksi produk yang ketat, pengembangan skema pembiayaan yang sehat, serta strategi penetapan harga yang kompetitif tanpa mengabaikan margin keuntungan produsen.

“Kami tidak ingin produk UMKM hanya tampil apa adanya. Di sini, kami membantu memperbaiki standar kemasan dan keberlanjutan stok supaya produk lokal mampu bersaing dengan produk nasional,” tambahnya.

Keberadaan gerai ini bertujuan merespons tantangan mendasar pelaku usaha, sekaligus menjadi laboratorium kewirausahaan bagi siswa agar memiliki daya saing kompetitif sejak dini.

Sinergi Kebijakan dan Keberpihakan Pemerintah

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran gerai ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah dalam memuliakan hasil karya masyarakat melalui pendekatan One Village One Product dan One School One Product.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kedaulatan produk lokal di tengah gempuran produk manufaktur nasional.

“Gerai ini adalah jembatan. Jika selama ini petani atau pengrajin bingung mau jual ke mana, sekarang pemerintah siapkan tempatnya, dan UBSP Lembu Nai yang mengelolanya secara profesional,” tegas Gubernur Melki.

Gubernur Melki menegaskan bahwa konsistensi pasokan dan kualitas adalah kunci utama agar NTT Mart tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi masyarakat Manggarai.

Ditekankan olehnya, transformasi ekonomi hanya bisa terjadi jika masyarakat mengubah mentalitas dari sekadar konsumen menjadi produsen yang bangga akan identitas daerahnya.

“Jangan biarkan gerai ini kosong atau kualitasnya menurun setelah seremoni selesai. Saya minta dinas terkait terus mendampingi agar standar mutu tetap terjaga dan masyarakat memiliki alasan kuat untuk terus berbelanja di sini,” pungkasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, memberikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif ini dengan mendorong perubahan paradigma menuju kemandirian produksi.

Pemerintah daerah berkomitmen mengawal keberlanjutan operasional gerai melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dorongan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memprioritaskan konsumsi produk lokal.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin perputaran modal tetap berada di dalam daerah dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pengrajin serta petani lokal.

“Kami akan mendorong supaya setiap kegiatan pemda maupun kebutuhan harian ASN mulai disuplai dari hasil kurasi produk di NTT Mart ini sebagai wujud dukungan konkret pemerintah daerah,” kata Bupati Hery.

Ajakan Kolaborasi dan Sinergi

Menanggapi dukungan regulasi tersebut, Rostan menjelaskan bahwa secara teknis UBSP Lembu Nai telah berhasil mengakomodasi produk dari 55 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta pengusaha lokal, di mana 14 di antaranya merupakan unit produksi berbasis sekolah termasuk SLB.

Secara keseluruhan, gerai ini telah memasarkan lebih dari 1.500 jenis produk unggulan yang mencakup komoditas pangan olahan hingga kerajinan tangan.

Namun, Rostan menekankan bahwa keberhasilan NTT Mart memerlukan keterlibatan ekosistem yang lebih luas, termasuk dukungan dari sektor perbankan dan pemangku kepentingan lainnya guna optimalisasi modal serta manajemen operasional.

Karena itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat Manggarai untuk menunjukkan keberpihakan nyata dengan mengunjungi dan membeli produk-produk di NTT Mart.

Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah tetap menjadi harapan utama agar inisiatif ini tidak berjalan sendirian.

“Target kami bukan hanya keuntungan finansial semata, namun bagaimana terciptanya kebanggaan kolektif bahwa Manggarai mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhannya sendiri,” tutup Rostan.

Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, NTT Mart di Kabupaten Manggarai diproyeksikan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pada kemandirian produksi masyarakat sendiri.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *