PENA1NTT – Kerja-kerja jurnalistik tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik. Di tangan seorang jurnalis bernama Nardi Jaya, profesi wartawan menjadi jalan untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat kecil, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan kemanusiaan.
Dalam tiga bulan terakhir, Nardi Jaya berhasil mewujudkan impian empat penyandang disabilitas di Kabupaten Manggarai Timur untuk mendapatkan kursi roda. Bantuan tersebut hadir melalui perjuangan panjang, mulai dari penggalangan donasi di media sosial hingga kolaborasi bersama Dinas Sosial dan pihak terkait.
Empat penyandang disabilitas yang kini telah menerima kursi roda yakni Yohanes Rabu asal Waelengga, Kelurahan Watu Nggene, Senusius Asas asal Toger, Desa Golo Ndele, Roslin Roing asal Mesi, Desa Ranakolong, serta Susana Sau asal Desa Mokel.
Tiga unit kursi roda berhasil diperoleh melalui aksi galang donasi yang dilakukan Nardi Jaya lewat media sosial. Sementara satu unit lainnya diperoleh melalui koordinasi dan kolaborasi bersama Dinas Sosial setempat.
Perjuangan tersebut berangkat dari kepedulian seorang jurnalis terhadap kondisi masyarakat yang ditemuinya saat menjalankan tugas peliputan di wilayah Manggarai Timur. Kisah hidup para penyandang disabilitas yang kesulitan beraktivitas tanpa alat bantu menggugah hati Nardi untuk bergerak lebih jauh dari sekadar menulis berita.
“Jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan penderitaan, tetapi bagaimana menghadirkan solusi dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Nardi Jaya.
Nardi Jaya sendiri dikenal sebagai jurnalis dan penulis buku lulusan Universitas Patompo Makassar tahun 2017. Ia memulai karier jurnalistik sejak tahun 2018 dan hingga kini aktif menjalankan tugas peliputan di wilayah Manggarai Timur.
Di tengah kesibukannya sebagai wartawan, Nardi terus menunjukkan komitmennya pada kerja-kerja kemanusiaan. Baginya, media sosial dan profesi jurnalis dapat menjadi jembatan solidaritas untuk membantu masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian.
Kehadiran kursi roda bagi empat penyandang disabilitas tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
“Bantuan itu bukan hanya alat bantu mobilitas, tetapi juga simbol harapan agar para penerima dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik dan mandiri,” bebernya.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Nardi Jaya pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Langkah kecil yang dimulai dari kepedulian itu kini menghadirkan senyum dan harapan baru bagi para penyandang disabilitas di Manggarai Timur.***













