Opini  

Bela Negara dan Tantangan Mahasiswa Menghadapi Hegemoni Global

Penulis: Mariana Ersin (Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Mahasiswa memiliki peran penting dalam aksi bela negara. Sebagai generasi muda, bela negara yang kita lakukan dengan memperoleh pendidikan dan membuat aksi nyata dalam kehidupan di Masyarakat.

Bela negara bukan sekadar angkat senjata, melainkan presentasi akademik, inovasi, pengabdian Masyarakat serta menjaga kesatuan NKRI dari ancaman ideologi,sosial,dan budaya.

Salah satu bentuk bela negara yang dilakukan mahasiswa adalah belajar dengan sungguh karena pendidikan merupakan aspek penting untuk memajukan bangsa.

Ketika mahasiswa berusaha meningkatkan kualitas diri, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memiliki prestasi akademik yang baik, hal tersebut sebenarnya merupakan bentuk kontribusi terhadap negara.

Bangsa yang berkembang membutuhkan manusia membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berintegritas. Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam menjaga persatuan dan toleransi ditengah keberagaman Masyarakat Indonesia.

Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan Bahasa. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa harus mampu menjadi pelopor kerukunan untuk menolak segala bentuk perpecahan, radikalisme, maupun ujaran kebencian.

Di era digital saat ini, penyebaran informasi palsu atau hoaks sangat mudah terjadi. Mahasiswa harus meniliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah belah bangsa.

Peran mahasiswa dalam bela negara juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial. Banyak siswa yang aktif dalam organisasi, pengabdian Masyarakat, kegiatan lingkungan, maupun relawan bencana alam.

Kegiatan tersebut menunjukan kepedulian terhadap sesama dan membantu memperkuat solidaritas sosial Masyarakat.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan nilai penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Disisi lain, mahasiswa juga memiliki peran penting sebagai pengontrol sosial.

Mahasiwa harus berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil, namun tetap dilakukan secara bijaksana, damai, dan sesuai aturan hukum.

Sikap kritis siswa sangat di butuhkan agar demokrasi berjalan dengan baik. Akan tetapi, kebebasan berpendapat juga harus disertai tanggung jawab, agar tidak menimbulkan konflik dan kerusuhan.

Meskipun berperan penting, mahasiswa saat ini juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bela negara.

Salah satu tantangan terbesar adalah pengaruh Globalisasi. Budaya asing yang masuk secara bebas terkadang membuat sebagian generasi melupakan budaya dan identitas bangasa sendiri.

Banyak mahasiswa lebih bangga mengikuti trend luar negeri di bandingkan melestarikan budaya Indonesia. Selain itu, perkembangan teknologi dan media sosial juga sangat memiliki dampak positif dan negatif.

Teknologi memang memudahkan akses informasi dan komunikasi, tetapi juga dapat menyebabkan penyebaran berita bohong, provokasi, dan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, mahasiswa harus bijak menggunakan media social dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.

Pada akhirnya, mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam bela negara, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan intelektual dan semangat perubahan.

Bela negara tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan, kegiatan sosial, serta sikap kritis dan tanggung jawab.

Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, melawan hoaks, serta memanfatkaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan Indonesia.

Dengan semangat nasionalisme, integritas, dan kepedulian sosial, mahasiswa dapat memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *