Penulis: Paulinus Fransiskus Borgias (Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Di tenggah derasnya arus globalisasi, rasa nasionalisme generasi mudah mulai menghadapi tantangan serius. perkembangan teknologi dan arus informasi berlansung begitu cepat.
Melalui internet dan media sosial, masyarakat dapat dengan mudah mengakses budaya, gaya hidup, dan pemikiran dari berbagai negara.
Kemajuan tersebut memang memberikan banyak manfaat dalam bidang pendidikan, komunikasi, dan ekonomi.
Namun, di balik manfaat itu, globalisasi juga membawa tantangan besar bagi kehidupan bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga persatuan dan identitas nasional.
Fenomena yang terjadi saat ini menunjukan bahwa sebagian generasi muda mulai kehilangan rasa bangga terhadap budaya dan jati diri bangsa sendiri. Banyak yang lebih tertarik mengikuti budaya luar di bandingkan melestarikan budaya indonesia.
Selain itu, media sosial juga sering menjadi tempat munculnya konflik, ujaran kebencian, penyebaran berita palsu, dan pemecahan antara masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukan bahwa semangat persatuan bangsa sedang menghadapi ujian yang cukup serius. Dalam situasi seperti ini, munculnya pertanyaan penting: masihkah wawasan nusantara relevan di tengah arus globalisasi?
Menurut saya wawasan nusantara justru semakin penting untuk di terapkan dalam kehidupan masyarakat modern.
Wawasan nusantara tidak hanya menjadi simbol persatuan bangsa, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Rupublik Indonesia ( NKRI).
Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan wilayahnya sebagai satu kesatuan yang utuh dalam budang politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Melalui wawasan nusantara, masyarakat diajarkan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Nilai tersebut sangat penting karena Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya.
Keberagaman yang dimiliki Indonesia sebenarnya merupakan kekayaan bangsa yangbtidak dimiliki oleh banyak negara lain. Akan tetapi, tanpa adanya rasa persatuan dan toleransi, perbedaan tersebut dapat menjadi sumber konflik dan perpecahan.
Oleh karena itu, wawasan nusantara hadir sebagai dasar untuk memperkuat rasa persaudaraan dan nasionalisme di tengah masyarakat.
Di era globalisasi, tantangan terhadap pewrsatuan bangsa semakin nyata. Pengaruh budaya asing yang masuk tanpa batas seringkali membuat generasi muda melupakan budaya sendiri.
Banyak anak muda yang lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Bahkan, tidak sedikit yang merasa malu menggunakan budaya lokal karena dianggap kurang modern.
Media sosial memang menjadi sarana komunikasi yang tepat dan praktis, tetapi juga sering digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, profokasi, dan ujaran kebencian.
Akibatnya, konflik antara kelompok muda terjadi dan dapat mengancam persatuan bangsa. Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai wawasan nusantara sangat dibutuhkan agar msyarakat tetap menjaga rasa persaudaraan, toleransi, dan persatuan.
Menurut saya, generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga relevansi wawasan nusantara di era modern. Generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak tanpa kehilangan rasa cinta tanah air.
Salah satu caranya adalah dengan melestarikan budaya daerah, menghargai perbedaan, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta ikut menjaga nama baik bangsa Indonesia.
Pendidikan mengenai wawasan nusantara juga perlu terus diperkuat, baik di sekolah maupun perguruan tinggi.
Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan rasa nasionalisme generasi muda.
Dengan memahami pentinganya persatuan dan cinta tanah air, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas bangsa.
Globalisasi memang tidak dapat dihindari karena merupakan bagian dari perkembangan zaman. Namun, masyarakat Indonesia harus mampu menyaring setiap pengaruh luar yang masuk.
Bangsa Indonesia boleh mengikuti perkembangan dunia, tetapi tidak boleh melupakan budaya, nilai, dan jati diri bangsa sendiri.
Disinilah pentingnya wawasan nusantara sebagai pedoman dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan identitas nasional.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa wawasan nusantara masih sangat relevan di tengah arus globalisasi saat ini.
Bahkan, nilai-nilai wawasan nusantara menjadi semakin penting untuk menjaga persatuan, identitas, dan kedaulatan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan modern.
Globalisasi seharusnya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk melupakan budaya dan semangat nasional.
Oleh karena itu, seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, harus terus menerapkan nilai-nilai nusantara dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan persatuan yang kuat dan rasa cinta tanah air yang tinggi, bangsa Indonesia akan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang beragam, kuat, dan bersatu.













