Opini  

Literasi Digital: Sebuah Kebutuhan, Bukan Lagi Pilihan

​Opini oleh: Anastasia Fernanda Jelita

Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng

​Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga berbelanja dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kehadiran internet dan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Oleh karena itu, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu.

Lebih dari Sekadar “Bisa”
Menggunakan Teknologi

​Menurut saya, kemampuan mengoperasikan gawai atau menggunakan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi perkembangan zaman. Seseorang juga harus mampu:

– ​Memahami esensi dari informasi yang diterima.
– ​Menilai kebenaran dan validitas sumber data.
– ​Menggunakan informasi yang diperoleh dari media digital secara bijaksana.

​Inilah yang disebut dengan literasi digital yang sesungguhnya. Tanpa fondasi literasi yang baik, seseorang akan sangat mudah terpengaruh oleh informasi palsu (hoaks), manipulasi data, maupun berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi lainnya.

Tantangan dan Peran Vital Bagi Generasi Muda

​Sebagai kelompok yang paling aktif berselancar di dunia maya, generasi muda berada di garis depan digitalisasi. Tantangan ini bagaikan pisau bermata dua:

Sisi Positif: Jika dibekali literasi digital, pemuda dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif, seperti mencari sumber belajar berkualitas, mengembangkan keterampilan baru, dan memperluas wawasan global.

Sisi Negatif: Tanpa literasi digital yang kuat, teknologi justru menjadi bumerang yang memicu kecanduan media sosial, penyebaran hoaks, serta menurunnya kemampuan berpikir kritis.

Kesimpulan: Kunci Menghadapi Masa Depan

​Literasi digital merupakan jangkar di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kemampuan ini membantu masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan menjadi pengguna yang bijak dan bertanggung jawab.

​Kemampuan ini adalah syarat utama agar kita mampu beradaptasi dan berkembang di era digital. Dengan terus meningkatkan literasi digital, masyarakat Indonesia khususnya generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Editor: Bino Maot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *