Opini oleh Katarina Afriani Baut
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Dulu, penyakit seperti darah tinggi, diabetes, atau sakit jantung sering disebut sebagai “penyakit orang tua”.
Namun saat ini, pandangan itu sudah tidak berlaku lagi. Kita menyaksikan fenomena yang mengkhawatirkan: semakin banyak anak muda di usia 20-an hingga 30-an yang didiagnosis menderita penyakit kronis yang seharusnya muncul di usia lanjut.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya tidak terlepas dari perubahan besar dalam cara hidup kita saat ini.
Penyebab utamanya tidak lain adalah gaya hidup yang semakin menjauh dari pola sehat. Di era serba instan ini, kebiasaan makan menjadi salah satu pemicu utama.
Anak muda cenderung memilih makanan cepat saji, camilan manis, dan minuman bersoda yang tinggi gula, garam, serta lemak jenuh.
Makanan ini memang praktis dan enak, tetapi jika dikonsumsi terus-menerus, akan menumpuk racun dan mengganggu fungsi organ tubuh secara perlahan.
Ditambah lagi, kebiasaan malas bergerak makin marak. Banyak anak muda menghabiskan berjam-jam hanya untuk duduk di depan layar gawai, bekerja, belajar, atau bermain, tanpa meluangkan waktu berolahraga.
Padahal, tubuh yang jarang digerakkan akan membuat metabolisme melambat dan daya tahan tubuh menurun.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah tekanan hidup dan kesehatan mental. Persaingan yang ketat, tuntutan pekerjaan, hingga pengaruh media sosial memicu stres yang berkepanjangan.
Jika stres tidak dikelola dengan baik, ia bisa memicu ketidakseimbangan hormon yang akhirnya memicu berbagai penyakit, mulai dari tekanan darah tinggi hingga gangguan pencernaan.
Belum lagi kebiasaan buruk seperti begadang, merokok, atau mengonsumsi minuman beralkohol yang dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern, padahal dampaknya merusak sel-sel tubuh secara bertahap.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa usia muda bukan berarti bebas dari risiko sakit. Penyakit kronis tidak datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari kebiasaan buruk yang diulang setiap hari.
Kita tidak bisa lagi mengandalkan anggapan bahwa “masih muda, nanti saja menjaga kesehatan”. Justru di usia inilah fondasi tubuh dibangun.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengubah pola pikir. Menjaga kesehatan bukanlah hal yang sulit atau mahal, melainkan dimulai dari hal sederhana: memilih makanan sehat, bergerak aktif, tidur cukup, dan mengelola stres dengan bijak.
Pemerintah dan lingkungan sekitar juga perlu berperan, misalnya menyediakan ruang terbuka untuk berolahraga dan memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami.
Jika kita tidak mulai peduli sejak dini, maka penyakit kronis akan terus menjadi ancaman yang tidak mengenal usia.
Sehat di masa muda adalah investasi terbaik agar kita bisa menjalani hidup dengan produktif di masa mendatang.













