Renungan Misa Sabtu Suci: Akulah Kebangkitan dan Hidup

RD. Andi Latu Batara
(Pastor Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga – St. Yosef Katedral Ruteng)

Akulah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25)

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Malam ini adalah malam yang paling suci. Malam yang sunyi berubah menjadi terang. Malam yang gelap diterangi oleh cahaya lilin Paskah.

Dari kegelapan menuju terang. Dari kematian menuju kehidupan. Dari keputusasaan menuju harapan.

Kita baru saja memulai perayaan dengan cahaya kecil-lilin Paskah yang kemudian menyala dan menyebar ke seluruh gereja. Ini bukan sekadar simbol. Ini adalah tanda bahwa Kristus telah bangkit dan mengalahkan kegelapan.

Saudara-saudari,
Tema Paskah Keuskupan Ruteng tahun ini diambil dari Injil Yohanes: Akulah Kebangkitan dan Hidup.

Yesus tidak berkata: Aku akan memberi kehidupan. Ia berkata: Akulah kehidupan itu sendiri. Artinya, di dalam Dia: kematian tidak lagi berkuasa, dosa tidak lagi mengikat, kegelapan tidak lagi menang.

Kebangkitan Kristus adalah pusat iman kita. Tanpa kebangkitan, iman kita kosong. Tetapi karena la bangkit, kita memiliki harapan.

Saudara-saudari terkasih,
Kita telah melewati perjalanan panjang Pekan Suci: Kita melihat Yesus disambut pada perayaan Minggu Palma. Pada Kamis Putih, kita merayakan kasih, dan dalam Ekaristi Jumat Agung, kita berdiri di bawah salib.

Malam ini, semuanya mencapai puncaknya: Yesus bangkit! Kubur kosong. Maut dikalahkan. Kasih menang.

Namun, Saudara-saudari,
Kebangkitan bukan hanya peristiwa masa lalu. Kebangkitan adalah pengalaman yang harus kita alami hari ini.

Karena dalam hidup kita, sering kali kita juga mengalami kubur. Kubur keputusasaan, kubur dosa, kubur luka batin, juga kubur relasi yang rusak. Dan sering kali kita merasa bahwa semua itu tidak mungkin berubah.

Tetapi malam ini, Tuhan berkata kepada kita: Akulah Kebangkitan dan Hidup. Artinya: tidak ada situasi yang terlalu gelap bagi Tuhan. Tidak ada luka yang terlalu dalam bagi kasih-Nya. Tidak ada kematian yang tidak bisa diubah menjadi kehidupan.

Saudara-saudari,
Dalam terang kebangkitan ini, kita diingatkan akan motto seorang gembala Gereja, Mgr. Hubertus Leteng: Omnes Vos Fratres Estis – Kamu semua adalah saudara.

Kebangkitan Kristus tidak hanya mengubah hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga hubungan kita dengan sesama.

Jika Kristus bangkit, maka kita tidak bisa lagi hidup dalam kebencian, permusuhan, dan perpecahan. Kita dipanggil untuk hidup sebagai saudara.

Saudara-saudari terkasih, Dalam semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng 2026, kita diajak untuk berjalan bersama sebagai satu keluarga Allah.

Sinode mengingatkan bahwa kita bukan individu yang berjalan sendiri, bahwa kita adalah umat yang dipanggil untuk saling mendengarkan, bahwa kita adalah saudara dan saudari dalam Kristus.

Namun untuk sungguh hidup sebagai saudara, kita perlu mengalami kebangkitan dalam hati kita: dari egoisme menuju kepedulian, dari sikap tertutup menuju keterbukaan, dari perpecahan menuju persatuan.

Saudara-saudari, Ada tiga pesan penting dari malam Paskah ini:

  1. Percaya bahwa Tuhan mampu mengubah segalanya Jangan pernah menyerah pada keadaan. Kebangkitan adalah bukti bahwa Tuhan selalu punya jalan.
  2. Hidup sebagai manusia baru Kita dipanggil untuk meninggalkan manusia lama: dosa, kebencian, dan egoisme. Dan mengenakan manusia baru: kasih, pengampunan, dan kebaikan.
  3. Menjadi saudara bagi semua orang. Tidak cukup hanya percaya. Kita harus mewujudkannya dalam hidup bersama: membangun persatuan, mengampuni, dan saling membantu.

Saudara-saudari terkasih,
Malam ini kita membawa pulang terang Paskah. Tetapi terang itu bukan untuk disimpan. Terang itu harus dibagikan kepada keluarga, lingkungan sekitar dan di tempat kerja kita.

Jadilah saksi kebangkitan. Jadilah pembawa harapan. Akhirnya, marilah kita menyimpan satu keyakinan dalam hati kita: Kristus sungguh telah bangkit!

Dan karena itu, hidup kita tidak akan pernah sama lagi. Kegelapan telah dikalahkan. Harapan telah lahir kembali. Kasih telah menang.

Akulah Kebangkitan dan Hidup. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup. Dan kita semua adalah saudara – dipanggil untuk hidup dalam terang kebangkitan itu.

Selamat Paskah. Kristus telah bangkit! Alleluia! Amin

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *