Opini  

Semangat Gotong Royong Umat Bangun Stasi Santo Stefanus Tanahteket

Berita dirilis oleh: Emanuel Natalius Diri

LEMBATA, PENA1NTT.COM – Tepatnya 15 juli 1984 semenjak anak sekolah SDK Lelawerang berpindah sekolah di pemukiman tanahtereket yang dibawa langsung oleh kepala sekolah Bartolomeus Boli Kaona (alm) dan para gurunya, maka lambat laun masyarakat Desa Boapana juga serentak turun dan menghuni pemukiman tanah tereket dengan mendiami rumah murah yang disiapkan.

Pemerintah lembata kalah itu menyiapkan fasilitas termasuk rumah ibadat (kapela atau gereja) tidak disiapkan.

Sehingga aktivitas doa dan ibadat atau perayaan misa bertempat di gedung SDK Lelawerang sekarang yang kemudian berhasil dibangun kapela yang berlokasi di TK Negeri 2 Lebatukan.

Tepatnya 18 November 1984 dilakukan permandian pertama kali dan pemilihan pelindung Stasi Santo Stefanus Martir Pertama TanahTereket, serta pemilihan dewan stasi sementara itu Yohanes Lebih Lasar, sekretaris Andreas Laga Lengary, dengan masa bakti terpendek (3 bulan) November 1984- Januari 1985).

Di bulan januari 1985 pemilihan dewan stasi tetap untuk periode 1985 sampai waktu yang tidak ditentukan, karena ad belum pedoman dari Keuskupan atau Paroki yang menjadi panduan.

Dari hasil dewan stasi tetap, Yohanes Tugu Ruing khirnya terpilih menjadi ketua dewan stasi, sekretaris Andreas Laga Lengary, bendahara Domikus Lusi Ruing, seksi liturgi Maria Pekan Ruing dan seksi Pewarta Angela Mae Ruing.

Sejak tahun 1986 dewan stasi bersama umat merencanakan pembuatan kapela stasi berlokasi di area rumah murah lelalein (lokasi gereja sekarang) setelah mendapat restu dari bupati lembata kalah itu, dengan alasan umat lelalein memlilih dan menetapkan lerahingan pembangunan kapela darurat pertama dengan memanfaatkan dinding bambu dan seng bekas dari perumahan umat lelalein yang tidak dihuni saat itu.

Dengan fasilitas kapela apa adanya, tetapi digunakan untuk berkat nikah pertama kalinya mama Beti Betawi Baotereng bersama suaminya.

Setelah perencanaan matang, mulai dengan pengerjaan fondasi gereja diawali dengan kumpul dan susun batu teras oleh umat.

Dengan semangat gotong royong yang sangat tinggi, sebagian umat mengumpulkan meterial lokal untuk fondasi, dan sebagian lain mencari dan mengumpulkan kayu dihutan, membelah tekerah dari pohon lontar sebagai pengganti balok.

Berkat kegigihan dan semangat umat mengumpulkan material untuk pembangunan kapela, maka tahun 1985 dimulainya aktivitas pengerjaan fisik gereja stasi hingga rampung tahun 1986 dan secara resmi digunakan pada tahun 1987.

Semangat memiliki bangunan kapela yang layak, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gereja Stasi yang diketuai Yohanes Tugu Ruing, sekretaris Andreas Laga Lengary dan bendahara Domikus Lusi Ruing.

Tepat pada tanggal 11 maret 1987 hari rabu abu, diadakan peletakana batu pertama pembangunan gereja stasi. Pada tahun 1990 umat dari lamatuka turun ke tanahtereket sehingga makin bertambahnya umat, maka gedung kapela darurat ini diperlebar dan diperpanjang untuk menampung jumlah umat yang lebih banyak.

Pembangunan gereja ini terus berjalan terus sampai tuntas ditangani langsung oleh para pater misi dan seluruh keuangan ditangani langsung oleh pater Smith, SVD. Sementara desain gambar oleh Pater Romann Gentili Svd dan diresmikan oleh Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr.

Seiring bertambahnya waktu berakhirnya masa bakti dewan stasi yang dinakodai Bapak Yohanes Tugu Ruing dan digantikan dengan dewan stasi yang baru periode tahun 1996-2002 (7 tahun) yakni ketua Petrus Pana Tukan, sekretaris tidak ada dan bendahara Bapak Lambertus Tukan Lengary.

Tahun 2002 dilakukan pemilihan dan pergantian dewan stasi periode 2023-2025 (3 tahun) yang diketuai Andreas Laga Lengary, wakil ketua Yosef Roni Ujan, sekretaris tidak ada dan bendahara Lambertus Tukan Lengary.

Tahun 2025 pemilihan dewan stasi yang baru yakni Pius Tueng Hidalabi, namun proses pelantikan dan serah terima dewan tidak dilaksanakan oleh TIM formatur saat itu, sehingga atas dewan stasi yang lama bapak Andreas Laga Lengary menerumuskan tugas pelayanan sampai tahun 2012 (6 tahun).

Pada tahun 2012 terjadi pergantian dewan stasi yang baru yang diketuai Bapak Pade Eduardus (ALM) untuk perpanjang sampai tiga periode dari tahun 2012-2021 (10 tahun).

Tahun 2021 sesuai saat pencalonan dewan tidak boleh lebih dari 3 periode, maka pemillihan dewan stasi yang baru yakni Benyamin Beda Ruing untuk periode 2022-2024 (3 tahun) dan ditambah 1 tahun lagi sampai tahun 2025, karena pertimbangan pastoral mengakhiri kepemimpinan Uskup Larantuka Frans Kopong Kung Pr, di tahun 2025, sehingga semua perangkat pastoral boleh berakhir di tahun 2025.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *