BKH Tinjau RS Lapangan Ruteng, Kawal Pembangunan RSUD Baru dan Dorong Mitigasi Musim Hujan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman saat meninjau kondisi layanan kesehatan di Rumah Sakit Lapangan Ruteng, Jumat (23/10/2026).

MANGGARAI,PENA1NTT.COM — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I, Benny K. Harman (BKH), meninjau kondisi dan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Lapangan Ruteng, Kabupaten Manggarai, provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (23/10/2026).

Kunjungan tersebut berfokus pada pembahasan kondisi infrastruktur medis serta kendala pelayanan kesehatan pascabencana gempa yang terjadi pada Agustus lalu.

Dalam kesempatan tersebut, BKH menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang tetap teguh menjalankan tugas kemanusiaan.

Ia menilai para nakes menunjukkan dedikasi luar biasa meski harus bekerja di tengah berbagai kekurangan dan keterbatasan fasilitas medis di lapangan.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana pasien dilayani dengan sepenuh hati oleh teman-teman nakes disini. Banyak pasien juga memberikan testimoni yang baik tentang pelayanan yang diberikan. Semoga banyak pasien yang sembuh dan sehat secepatnya,” ujar BKH.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian atas pengabdian para petugas medis di garis depan, BKH turut menyerahkan bantuan operasional seadanya kepada para nakes yang bertugas melayani masyarakat Manggarai.

BKH menyerahkan bantuan operasional untuk menunjang kerja para tenaga medis.

Kawal Pembangunan RSUD Baru dan Mitigasi Musim Hujan

Merespons kondisi fisik fasilitas kesehatan yang kurang memadai pascabencana, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menegaskan komitmennya untuk mengawal alokasi anggaran dan dukungan dari Pemerintah Pusat guna pembangunan rumah sakit baru yang lebih modern serta permanen.

Menurutnya, pemenuhan infrastruktur kesehatan yang layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.

“Langkah konkret yang harus kita ambil adalah memastikan Pemerintah Pusat secepatnya turun tangan membantu membangun rumah sakit baru yang lebih modern di Ruteng. Ini akan menjadi fokus utama yang akan disampaikan ke Pusat,” tegas BKH.

Selain mengawal proyek jangka panjang berupa bangunan fisik RSUD baru, Anggota Komisi III DPR RI ini juga menyoroti pentingnya langkah mitigasi jangka pendek yang terukur.

Mengingat lanskap cuaca yang mulai memasuki akhir tahun dan puncak musim hujan, ia mendesak perlunya antisipasi risiko bencana lanjutan agar mata rantai layanan kesehatan publik tidak terganggu.

“Memasuki akhir tahun dan musim penghujan ini, harus ada langkah antisipasi dan mitigasi yang matang agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini mendesak dilakukan sambil membangun koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai,” lanjut BKH.

BKH disambut oleh Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius Ampur, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefri Haryanto.

Dampak Bencana dan Kebutuhan Operasional RS Lapangan

Sementara itu, Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius Ampur, menyambut baik perhatian serta kehadiran legislator senior asal NTT tersebut.

Pihak manajemen menganggap peninjauan langsung ini sebagai bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi jajaran medis.

“Kehadiran Bapak BKH di RS Lapangan ini menjadi tambahan energi yang sangat berarti bagi seluruh petugas medis kami. Perhatian ini memicu semangat kami agar pelayanan bisa lebih optimal,” kata dr. Oktavianus.

Lebih lanjut ditegaskan olehnya, jajaran RSUD Ruteng memegang komitmen untuk memberikan perawatan medis secara maksimal kepada masyarakat, terlepas dari segala keterbatasan fisik di lapangan.

Namun demikian, dr. Oktavianus tidak menampik beratnya beban operasional yang ditanggung RSUD Ruteng sebagai rumah sakit rujukan.

“Mengingat keberadaan RSUD Ruteng sebagai rumah sakit rujukan, kami sangat mengharapkan adanya bantuan operasional serta percepatan pembangunan RS definitif dari pusat. Kondisi saat ini sungguh menantang; jumlah tempat tidur medis yang semula berjumlah 241 unit, kini berkurang drastis menjadi hanya 143 unit yang tersisa dan dapat difungsikan akibat terdampak bencana,” ungkap dr. Oktavianus.

Sebagai penanganan darurat untuk mengatasi defisit ruang perawatan tersebut, pihak RSUD Ruteng mendorong pemanfaatan struktur bangunan alternatif semi-permanen.

“Kami sangat membutuhkan penyediaan fasilitas alternatif semi-permanen seperti unit kontainer dan bangunan modular. Langkah ini sangat krusial agar kapasitas pelayanan tetap dapat menampung warga Manggarai yang membutuhkan perawatan medis,” pungkasnya.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *