Opini  

Mitigasi Bencana Melalui Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Opini oleh  Titinda Ayu Trija Yesindi (Mahasiswi STIPAS Santu Sirilus Ruteng)

MANGGARAI,PENA1NTT.COM — Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, menjadi hari kelam yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Flores, khususnya kami yang berada di Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Guncangan gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah laut timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, terasa begitu kuat hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Meskipun pusat gempa berada puluhan kilometer dari wilayah kami, getarannya tetap menimbulkan dampak yang besar.

Puluhan rumah warga di Kota Komba Utara dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan berat. Peristiwa memilukan ini membuka mata kita terhadap satu kenyataan pahit yang selama ini kurang mendapat perhatian, yaitu pentingnya standar kelayakan bangunan yang aman dan tahan gempa.

Kerusakan Rumah Menjadi Peringatan bagi Kita Semua

Berdasarkan data yang disebutkan dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Manggarai Timur mencatat sedikitnya 23 unit rumah mengalami kerusakan berat. Kota Komba Utara menjadi salah satu wilayah yang terdampak.

Runtuhan bangunan, tumpukan batu bata, retakan pada dinding beton, serta atap seng yang ambruk menunjukkan betapa besar dampak gempa terhadap kehidupan masyarakat.

Kondisi ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kualitas bangunan tempat tinggal. Sebagian rumah di wilayah pedesaan dan pinggiran Kota Komba Utara dibangun secara swadaya, terkadang tanpa perencanaan teknis yang memadai.

Akibatnya, beberapa bangunan belum memiliki struktur yang cukup kuat untuk menghadapi guncangan gempa, seperti penulangan beton yang sesuai, sambungan balok dan kolom yang kokoh, serta fondasi yang dirancang dengan baik.

Rumah Tahan Gempa Bukan Kemewahan, Melainkan Kebutuhan

Kita harus mengakui bahwa pemahaman mengenai desain dan konstruksi rumah tahan gempa masih perlu ditingkatkan. Rumah tahan gempa seharusnya tidak dianggap sebagai kemewahan, melainkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Ketika bumi Flores diguncang gempa, rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru dapat berubah menjadi tempat yang membahayakan keselamatan penghuninya apabila dibangun tanpa memperhatikan standar keamanan.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang cara membangun rumah yang lebih aman, sementara pemerintah harus memberikan pendampingan teknis yang mudah dijangkau oleh warga.

Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Nyata

Tragedi ini harus menjadi peringatan serius sekaligus momentum perubahan bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan seluruh pemangku kebijakan.

Kita tidak bisa terus mengandalkan pola penanganan darurat yang sama dari tahun ke tahun, yaitu memberikan bantuan setelah bencana terjadi tanpa memperbaiki persoalan mendasar pada kualitas bangunan.

Pemerintah daerah perlu mengambil langkah nyata melalui penguatan kebijakan dan pengawasan standar bangunan tahan gempa. Salah satunya adalah menerapkan standar teknis bangunan yang sesuai dalam proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), disertai pendampingan bagi masyarakat yang membangun rumah secara swadaya di desa maupun di wilayah perkotaan.

Selain itu, bantuan pembangunan kembali rumah yang rusak perlu memperhatikan aspek keselamatan agar masyarakat tidak kembali menghadapi risiko yang sama.

Flores merupakan wilayah yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga memiliki risiko aktivitas gempa bumi. Kita memang tidak dapat menghentikan pergerakan bumi, tetapi kita dapat mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa melalui pembangunan yang lebih aman.

Runtuhnya rumah-rumah warga di Kota Komba Utara harus menjadi bahan evaluasi bersama. Jangan sampai penderitaan masyarakat hanya menjadi kenangan setelah bantuan diberikan dan keadaan kembali normal. Keselamatan warga harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pembangunan.

Sudah saatnya Kota Komba Utara bangkit dari reruntuhan dengan membangun kembali rumah-rumah yang lebih kuat dan aman. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga ahli, kita dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih tangguh demi keselamatan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Editor: Nana Patris Agat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *