Opini oleh Lasarus Damar (Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kita hidup di zaman di mana informasi datang begitu cepat. Setiap hari, lewat media sosial, berita, dan internet, kita dibanjiri dengan ribuan berita dan pendapat.
Namun, tidak semua yang kita baca itu benar. Di sinilah kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting bagi kita, terutama mahasiswa.
Berpikir kritis bukan berarti selalu menentang apa yang dikatakan orang lain. Berpikir kritis berarti mampu memeriksa, mempertanyakan, dan menganalisis informasi sebelum menerimanya sebagai kebenaran.
Kita tidak boleh hanya ikut-ikutan percaya begitu saja. Kita harus bertanya: Dari mana berita ini berasal? Apakah sumbernya dapat dipercaya?Apakah ada bukti yang mendukungnya?
Bagi mahasiswa, kemampuan ini sangat berharga. Dengan berpikir kritis, kita tidak hanya menjadi penerima informasi yang pasif, tetapi juga menjadi orang yang bijak dalam menyaring apa yang kita ketahui.
Kita dapat membedakan mana fakta dan mana sekadar pendapat, mana kebenaran dan mana berita bohong.
Pada akhirnya, berpikir kritis melatih kita untuk menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab atas apa yang kita yakini.
Di tengah arus informasi yang semakin deras, kemampuan inilah yang akan menjaga kita dari kesalahan pemahaman dan keputusan yang keliru.
Mari biasakan berpikir kritis, karena pikiran yang sehat adalah awal dari langkah yang benar.













