
Kupang, Pena1NTT.com – Suasana di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Minggu (21/9/2025), mendadak pilu. Warga setempat dibuat terkejut sekaligus sedih setelah menemukan jasad seorang bayi laki-laki di antara tumpukan sampah.
Bayi mungil itu ditemukan oleh seorang warga berinisial AN (54), yang kala itu sedang mencari sisa makanan untuk ternak babinya. Niat hati mencari rezeki di balik sampah, justru membawa AN pada penemuan memilukan.
“Awalnya saksi mengangkat kantong plastik merah yang cukup berat. Saat dibuka, ternyata berisi bayi dengan kondisi masih lengkap tali pusarnya,” kata Kapolsek Kota Lama, AKP Rachmat Hidayat, Senin (22/9/2025).
Bayi itu terbungkus kain batik. Wajah mungilnya ditutupi celana berwarna kuning, diikat dengan tali sepatu abu-abu. Yang membuat hati semakin tersayat, di ketiak bayi tersebut terselip uang Rp2.000, seakan menjadi pesan terakhir yang belum terjawab.
Warga sekitar sontak terdiam dan berduka menyaksikan pemandangan tersebut.
“Sungguh tega, Bayi adalah anugerah, bukan beban. Seharusnya ia disambut dengan kasih, bukan ditinggalkan dalam dinginnya tumpukan sampah,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Tak berselang lama, tim Inafis Satreskrim Polresta Kupang Kota bersama tenaga medis dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah bayi dievakuasi ke ruang pemulasaraan RSB Titus Uly untuk dilakukan visum lebih lanjut.
Polisi memastikan akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Namun, di balik proses hukum yang berjalan, tragedi ini meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami akan mengusut tuntas siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. Kami juga berharap dukungan masyarakat untuk memberikan informasi bila mengetahui hal-hal terkait,” tegas Rachmat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian sosial, terutama terhadap perempuan yang mungkin menghadapi tekanan atau kesulitan hingga tega melakukan hal yang tak manusiawi.













