Opini  

Peran Mahasiswa STIPAS Ruteng dalam Mempertahankan Ketahanan Nasional di Era Digital

Penulis: Maria Jesika Setiawati (Mahasiswa Stipas Santo Sirilus Ruteng)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam cara berkomunikasi, memperoleh informasi, dan membangun relasi sosial.

Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius bagi ketahanan nasional, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme digital, serta menurunnya rasa persatuan di kalangan masyarakat.

Dalam situasi ini, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi intelektual yang mampu menjaga persatuan bangsa dan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak.

Sebagai bagian dari STIPAS Santo Sirilus Ruteng, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai kemanusiaan, toleransi, dan semangat kebangsaan di tengah perkembangan era digital yang semakin kompleks.

Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan nasional melalui penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.

Saat ini, banyak masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga memicu perpecahan dan konflik sosial.

Sebagai kaum terpelajar, mahasiswa harus mampu berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta menggunakan media digital untuk menyebarkan konten yang positif dan mendidik.

Sikap tersebut sangat penting agar teknologi tidak menjadi alat pemecah persatuan bangsa, tetapi menjadi sarana memperkuat solidaritas dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai persatuan dan toleransi di tengah keberagaman Indonesia.

Di era digital, perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik sering kali menjadi penyebab munculnya konflik di media sosial maupun kehidupan masyarakat.

Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng harus mampu menjadi contoh dalam menghargai perbedaan dan membangun sikap saling menghormati.

Melalui kegiatan kampus, diskusi, pelayanan sosial, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat, mahasiswa dapat menunjukkan bahwa persatuan bangsa harus tetap dijaga meskipun masyarakat hidup di tengah berbagai perbedaan.

Di samping itu, mahasiswa juga berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan moral di era digital bukan sebagai agen penghancur.

Kemajuan teknologi sering membuat generasi muda semakin individualis dan kurang peduli terhadap lingkungan sosial.

Oleh sebab itu, mahasiswa perlu menanamkan nilai disiplin, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng dapat mengambil bagian melalui kegiatan pengabdian masyarakat, edukasi literasi digital, dan penyebaran nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat.

Dengan keterlibatan aktif tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan positif demi memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Ketahanan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, terutama generasi muda.

Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan teknologi secara bijak, dan menanamkan nilai moral di tengah perkembangan era digital.

Dengan sikap kritis, rasa tanggung jawab, dan semangat kebangsaan, mahasiswa dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keutuhan bangsa serta membantu Indonesia menghadapi berbagai tantangan di masa sekarang maupun masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *