MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Paroki Santo Fransiskus Asisi Karot kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan sepak bola usia muda.
Secara beruntun, Turnamen Golo Tutung Asisi (GTA) Cup edisi III tahun 2026 untuk kategori Usia 13 Tahun (U-13) kembali bergulir di Lapangan Kampung Pering, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Nusa Tenggara Timur, Minggu (14/6/2026).
Sebanyak 35 tim ambil bagian dalam kompetisi ini, menegaskan bahwa Gereja memiliki peran vital dalam menyediakan ruang tumbuh kembang bagi generasi muda melalui bidang olahraga.
Misi Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Saat membuka kegiatan, Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Karot, Pater Bonevantura Y. Lelo, OFM, menegaskan esensi utama dari digelarnya GTA Cup bukanlah semata-mata demi memperebutkan trofi juara.
Lebih dari itu, turnamen ini memikul misi untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, sportif, dan memiliki semangat persaudaraan yang kokoh.
“Jangan jadikan trofi sebagai tujuan utama dalam berkompetisi. Belajarlah menjadi atlet yang baik dengan menghormati sesama secara sportif dan fair play,” ujar Imam yang akrab disapa Pater Bovan ini.

Pater Bovan membahkan, GTA Cup adalah kontribusi nyata Gereja bagi kemajuan olahraga di Manggarai. Menurutnya, Gereja juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung aktivitas positif generasi muda.
Oleh karena itu, panitia diharapkan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen.
Hal tersebut sangat beralasan agar GTA Cup dapat berkembang menjadi turnamen pembinaan usia dini yang semakin profesional dari tahun ke tahun.
“Melalui GTA Cup jilid III kali ini, Paroki Karot ingin memberikan kontribusi riil dalam membangun fondasi anak-anak yang sehat, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Format Pertandingan Kompetitif
Ketua Panitia GTA Cup U-13 2026, Yohanes Apriyanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap turnamen tersebut.
Hal tersebut ditandai dengan antusiasme dari jumlah peserta. Sebanyak 35 tim telah memastikan diri bertanding, dengan cakupan wilayah yang meluas hingga Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
“Ada satu tim dari Kabupaten Manggarai Timur, dua tim dari Kabupaten Manggarai Barat, dan sisanya berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai,” jelas Yohanes.

Panitia telah merancang format kompetisi agar setiap tim mendapatkan kesempatan bertanding yang cukup sebelum memasuki fase gugur.
Sebanyak 35 tim tersebut dibagi ke dalam delapan grup, Hanya juara grup dan runner-up yang berhak melaju ke babak 16 besar.
Yohanes optimistis format ini akan memberikan pengalaman tanding yang matang dan kompetitif bagi para pemain muda yang akan berlaga.
“Sesuai dengan regulasi kelompok umur, pertandingan berlangsung dalam durasi 2×25 menit dengan skema sembilan pemain di lapangan,” pungkasnya.













