Opini  

Pengaruh Konsumsi Kopi terhadap Pola Tidur Mahasiswa

Opini oleh Maria Oktaviani Watung

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Bagi mahasiswa, kopi sudah seperti “sahabat karib”. Mulai dari tugas kuliah yang menumpuk, persiapan ujian, kegiatan organisasi, sampai sekadar nongkrong bareng teman, semuanya sering kali ditemani oleh secangkir kopi.

Di balik aromanya yang menenangkan dan kemampuannya mengusir kantuk, ada satu hal penting yang sering kita korbankan: pola tidur.
Sebagai mahasiswa, kita sering memanfaatkan kafein dalam kopi untuk memperpanjang jam produktivitas.

Ketika mata sudah 5 watt padahal tugas belum selesai, kopi hitam atau iced americano langsung jadi penyelamat.

Kafein memang bekerja cepat menstimulasi otak agar kita tetap fokus dan segar. Efek instan inilah yang membuat banyak dari kita kecanduan untuk terus meminumnya.

Namun, jujur saja, kebiasaan ini punya efek samping yang cukup besar bagi jam biologis kita. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan susah tidur di malam hari (insomnia) karena baru saja minum es kopi susu kekinian di sore atau malam hari.

Kafein bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam. Akibatnya, jadwal tidur yang harusnya jam 10 malam, bergeser menjadi jam 2 atau 3 pagi.

Pola tidur yang berantakan ini memicu lingkaran setan. Karena kurang tidur di malam hari, kita bangun pagi dengan kondisi lelah dan mengantuk. Solusinya apa? Minum kopi lagi di pagi hari. Siklus ini terus berulang tanpa kita sadari.

Dampak jangka pendeknya mungkin hanya mata panda atau sedikit pusing. Tapi jika dibiarkan terus-menerus, kurang tidur bisa menurunkan daya ingat, konsentrasi saat dosen mengajar, bahkan bisa menurunkan imunitas tubuh hingga kita mudah sakit.

Bukannya jadi mahasiswa produktif, kita malah jadi lemas sepanjang hari. Kopi sebenarnya bukan musuh. Menikmati kopi itu sah-sah saja dan punya banyak manfaat. Kuncinya ada pada kontrol diri dan tahu waktu.

Sebagai mahasiswa yang cerdas, kita harus pintar mengatur kapan waktu terbaik untuk minum kopi. Batasi konsumsi kopi maksimal di siang hari (sekitar jam 2 siang) agar efek kafeinnya sudah hilang saat tiba waktunya tidur di malam hari.

Menjadi mahasiswa produktif tidak harus mengorbankan waktu istirahat. Ingat, otak dan tubuh kita tetap butuh tidur yang cukup agar bisa berfungsi dengan maksimal esok hari. Jadi, mari lebih bijak dalam meminum kopi!

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *