Penulis: Ernestus E. Gego (Mahasiswa Stipas Santu Sirilus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Demokrasi liberal dikenal sebagai sistem yang menjunjung tinggi kebebasan individu. Dalam sistem ini, masyarakat diberikan hak untuk berbicara, berpendapat, memilih pemimpin, dan menetukan pilihan hidupnya tampa tekanan dari pihak lain.
Kebebasan tersebut memang menjadi sala satu ciri penting dari negara modern karena dianggap mampu melindungi hak asasi manusia. Namun, Ketika kebebasan dijalankan tampa batas dan tanggung jawab, demokrasi liberal dapat menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan masyarakat.
Saat ini, perkembangan teknologi dan media sosial membuat kebebasan semakin luas. Setiap orang dapat dengan mudah menyampaikan pendapatnya kepada publik.
Di satu sisi, hal ini memberikan dampak positif karena masyarakat dapat lebih aktif dalam mengkeritik kebijakan pemerintah dan menyuarakan keadilan. Akan tetapi, di sisi lain banyak orang menyalagunakan kebebasan tersebut untuk menyebarkan kebencian, fitnah, berita bohong, bahkan menghina orang lain.
Akibatnya, masyarakat menjadi mudah terpecah karena perbedan pendapat yang tidak disikapi dengan bijaksana dan juga masyarakat akan kurang bersosialisasi antar sesama.
Selain itu, demokrasi liberal sering kali terlalu menekankan kempentingan individu dibandinkan kepentingan besrama. Banyak orang lebih mementingan hak peribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat luas.
Sikap individualisme ini dapat melemakahan nilai gotong royong, solidaritas, dan rasa persatuan yang selama ini menjadi ciri kehidupan bangsa Indonesia. Jika dibiarkan ,masyarakat semakin sulit untuk hidup rukun dalam perbedaan.
Kritik terhadap demokrasi liberal bukan berati menolak kebebasan sepenuhnya. Kebebasan tetap penting dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus disertai tanggung jawab moral dan etika.
Kebebasan tanpa aturan justru dapat berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami bahwa hak yang dimiliki harus digunakan secara bijakasana dan tidak melanggar hak orang lain.
Bagi Indonesia, demokrasi sebaiknya tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila yang menekankan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Kebebasan harus berjalan bersama rasa tanggung jawab, tolenasi,dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, demokrasi tidak hanya menjadi alat untuk memperoleh kebebasan peribadi, tetapi juga menjadi saran untuk menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Jadi, demokrasi liberal bukan hanya kehidupan peribadi melainkam harus menghidupi besosialisasi sosial dan kepentingan bersama dalam satu negara dan bangsa.
Adapun pandangan para ahli yang berkaitan dengan kebebasan demokrasi liberal antara lain:
John Locke
John Locke berpendapat bahawa kebebasan adalah hak kodrat manusia. Menurutnya, setiap manusia memiliki hak atas hidup, kebebasan dan kepemiliknya.
Demokrasi liberal di anggap penting kerena melindungi hak-hak dari kekuasaan pemerintah yang sewenang-wenang. Namun, Locke juga menegaskan bahwa kebebasan tidak boleh merugikan orang lain. Artinya, kebebasan tetap harus dibatasi oleh hukum.
Jean Jacques Rousseau
Jean Jacques rousseau mengkeritik kebebasan dalam demokrasi liberal yang terlalu menojolkan kepentingan peribadi.
Menurutnya, manusia hidup dalam masyarakat sehingga kepentingan bersama harus lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi. Ia khawatir kebebasan tanpa batas akan melahirkan ketimpangan dan merusak persatuan sosial.
Karl Marx
Karl marx memberikan keritik keras terhadap demokrasi liberal. Menurutnya , kebebasan dalam demokrasi hanyala kebebasan semua kerena sebenarnya yang berkuasa adalah kaum pemilik modal.
Orang kaya lebih mudah memengaruhi politik, media, dan ekonomi sehingga rakyat kecil tetap tertindas. Baginya, demokrasi liberal lebih menguntukan kelompok elite dibandikan masyarakat biasa.
Demokrasi liberal sering dipandang sebagai bentuk pemerintah yang paling menjunjung tinggi kebebasan manusia. Dalam sistem ini, masyarakat diberikan hak untuk berbicara, berpendapat, memilih pemimpin, bahkan mengkeritik pemerintah tanpa rasa takut.
Kebebasan menjadi dasar utama yang dianggap mampu menciptakan kehidupan yang adil, dan manusiawi. Ketika kebebasan dipahami tanpa batas dan tanpa tanggung jawab, maka kebebasan itu justru berubah jadi ancaman bagi kehidupan bersama.
Walaupun demikian, kritik terhadap demokrasi liberal bukan berarti menolak kebebasan sepenunya. Kebebasan tetap penting karena tanpa kebebasan manusia tidak dapat berkembang.
Kebebasan di gunakan secara bijaksana dan tanggung jawab. Demokrasi liberal seharusnya tidak hanya menekankan hak, tetapi juga kewajiban.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa demokrasi liberal memiliki nilai positif karena memberikan ruang kebebasan bagi manusia.
Namun, Ketika kebebasan dipahami tanpa batas dan tanpa tanggung jawab, maka kebebasan itu justru menjadi kritik terhadap demokrasi liberal itu sendiri.
Kebebasan yang berlebihan dapat melahirkan individualisme , konflik sosial, penyalagunaan media, dan melemahnya nilai moral.
Oleh sebab itu, demokrasi liberal yang baik bukan hanya demokrasi yang menjamin kebebasan, tetapi juga demokrasi yang mampu menyeimbankan kebebasan dengan tanggung jawab, etika dan kepentingan bersama.













