Opini  

Demokrasi Pancasila: Sistem Ideal Menuju Pemenuhan Jati Diri Bangsa Indonesia

Penulis: Sustriana Mawen (Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menempatkan kedaulatan di tangan rakyat.

Namun, setiap negara memiliki karakter, budaya, dan nilai hidup yang berbeda, sehingga tidak ada satu model demokrasi tunggal yang bisa diterapkan secara seragam di seluruh dunia.

Bagi Indonesia, jawaban atas bentuk demokrasi yang paling tepat sudah tertanam dalam dasar negara kita, yaitu Demokrasi Pancasila.

Menurut pandangan saya, Demokrasi Pancasila adalah sistem demokrasi terbaik dan paling ideal untuk Indonesia.

Alasannya, sistem ini tidak diadopsi mentah-mentah dari pemikiran bangsa lain, melainkan tumbuh, berakar, dan dibangun sepenuhnya sesuai dengan jati diri, kepribadian, dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sendiri.

Alasan utama mengapa Demokrasi Pancasila dianggap paling pas adalah karena ia dibangun di atas pondasi budaya asli nenek moyang kita.

Sejak berabad-abad lalu, masyarakat Indonesia hidup dalam tatanan kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah untuk mufakat.

Berbeda dengan demokrasi liberal yang lahir dari pemikiran Barat yang sangat menonjolkan kebebasan individu semata, atau demokrasi yang hanya berpatokan pada hitungan suara mayoritas, Demokrasi Pancasila menempatkan kepentingan bersama dan persatuan di atas segalanya.

Di Indonesia, demokrasi bukan berarti “siapa kuat dia berkuasa”, melainkan “bersama membahas, bersama memutuskan, dan bersama bertanggung jawab”.

Nilai inilah yang menjadi ciri khas bangsa kita dan telah dijadikan prinsip utama dalam sistem demokrasi ini.

Keunggulan lain yang menjadikan Demokrasi Pancasila sebagai sistem terbaik adalah landasan moral dan agama yang kuat.

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi pembeda utama dengan sistem demokrasi negara lain yang seringkali memisahkan urusan negara dengan nilai agama dan moral.

Dalam Demokrasi Pancasila, segala kebebasan berpendapat, bertindak, maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak bersifat bebas tanpa batas, melainkan selalu diikat oleh tanggung jawab kepada Tuhan dan norma kesusilaan.

Hal ini sangat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang religius dan berakhlak mulia.

Demokrasi di Indonesia tidak boleh menjadi ajang kebohongan, penipuan, atau penindasan, karena selalu ada nilai kebenaran dan keadilan Tuhan yang menjadi landasannya.

Selain itu, Demokrasi Pancasila adalah satu-satunya sistem yang mampu menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman yang sangat kompleks.

Negara kita terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, serta berbagai macam agama dan budaya. Jika kita menerapkan sistem demokrasi yang tidak sesuai, perbedaan ini bisa dengan mudah menjadi bibit perpecahan.

Namun, Demokrasi Pancasila berlandaskan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang menjamin bahwa segala perbedaan pendapat atau kepentingan golongan harus diselesaikan dengan cara yang tetap menjaga keutuhan bangsa.

Demokrasi ini mengajarkan kita bahwa berdemokrasi berarti menghargai perbedaan, bukan memusuhi mereka yang berbeda pendapat. Prinsip inilah yang menjadi kunci kestabilan negara kita hingga saat ini.

Sering kali muncul anggapan bahwa Demokrasi Pancasila belum berjalan sempurna atau masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam praktiknya masih terdapat penyimpangan, seperti politik uang, hukum yang belum adil, atau budaya mufakat yang mulai memudar.

Namun, hal ini bukan berarti sistemnya yang salah atau buruk. Kekurangan tersebut murni berasal dari manusia yang menjalankannya, bukan dari konsep Demokrasi Pancasilanya itu sendiri.

Justru karena sistem ini sangat ideal dan mulia, maka kita yang harus berusaha memperbaiki pemahaman dan perilaku kita agar sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Sistem ini tidak pernah gagal, yang gagal adalah kita yang belum sepenuhnya memahami dan mengamalkannya dengan benar.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *