Berita  

Masih Pakai Pelita di Era Modern, Nardi Jaya: “PLN Harus Segera Turun ke Tujuh Kampung Ini”

Masih Pakai Pelita di Era Modern, Nardi Jaya: "PLN Harus Segera Turun ke Tujuh Kampung Ini”(Foto. Istimewa)

PENA1NTT – Ketimpangan akses listrik masih menjadi persoalan serius di wilayah terpencil. Di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, sedikitnya tujuh kampung di Desa Bamo dan Desa Komba hingga kini belum tersentuh aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Akibatnya, ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut masih bergantung pada lampu pelita sebagai satu-satunya sumber penerangan saat malam hari—sebuah kondisi yang dinilai tidak lagi layak di tengah perkembangan zaman.

Kampung-kampung yang belum menikmati listrik tersebut antara lain Ngembu, Wolo Sambi Mbero, Waru, Wolo Roka, Mabandata, serta sejumlah titik permukiman lainnya. Kondisi ini disebut telah berlangsung bertahun-tahun dan terus menjadi keluhan utama masyarakat.

Gusti Lagung, warga Kampung Ngembu, mengungkapkan bahwa jumlah warga yang terdampak mencapai ratusan kepala keluarga. Ia menilai, wilayah tersebut sangat layak untuk segera mendapat perhatian dari pihak PLN.

“Sangat layak sekali jika PLN melakukan survei. Jumlah penerima manfaat sangat banyak,” ujarnya.

Desakan serupa datang dari tokoh muda Kota Komba, Nardi Jaya. Ia meminta PLN wilayah Flores Barat segera turun langsung ke lapangan guna melakukan survei dan pemetaan kebutuhan listrik di Desa Bamo dan Komba.

Menurut Nardi, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, tetapi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi warga.

“Listrik adalah kebutuhan dasar. Kehadiran negara harus dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, termasuk di kampung-kampung yang hingga hari ini masih gelap,” tegasnya.

Nardi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi awal dengan pihak PLN melalui pesan WhatsApp sejak pekan lalu. Ia berharap komunikasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya saat memperjuangkan masuknya listrik di wilayah Bongirita dan Kopalando, Nardi optimistis upaya serupa bisa membuahkan hasil bagi tujuh kampung yang kini masih gelap.

Sebagai langkah lanjutan, ia berencana mendatangi kantor PLN di Labuan Bajo dalam waktu dekat untuk melakukan koordinasi langsung, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti pada wacana.

“Ini bukan sekadar kebutuhan, tapi hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Negara tidak boleh absen,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *