Konferensi pers Kepala KSOP Labuan Bajo: SPB KM Putri Sahkina Terbit Saat Perkiraan Cuaca BMKG Aman dan Sesuai Prosedur

Konferensi pers Kepala KSOP Labuan Bajo: SPB KM Putri Sahkina Terbit Saat Perkiraan Cuaca BMKG Aman dan Sesuai Prosedur

Labuan Bajo, pena1ntt.com – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyampaikan bahwa pada hari keempat operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sahkina, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Stephanus Risdiyanto dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Senin (29/12/2025).

“Pada hari keempat pelaksanaan operasi SAR, satu korban ditemukan pada pukul 06.05 WITA dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Stephanus.

Korban ditemukan sekitar 1 nautical mile (NM) dari titik duga lokasi kejadian (Last Known Position/LKP). Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Labuan Bajo dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

“Hasil identifikasi memastikan korban tersebut merupakan salah satu penumpang KM Putri Sahkina yang mengalami kecelakaan laut,” lanjutnya.

Tiga Korban Masih Dalam Pencarian

Dengan ditemukannya satu korban, hingga hari keempat operasi SAR, masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari pagi hingga sore hari, namun hasil pencarian korban lainnya masih nihil.

Armada dan Upaya Pencarian

Stephanus menjelaskan, pada hari keempat pencarian, sebanyak 9 armada laut dikerahkan. Armada tersebut terdiri dari unsur:

1.Basarnas

2. TNI Angkatan Laut

3. KSOP Labuan Bajo

4. Kepolisian (Polairud)

5. Instansi kehutanan

6. Asosiasi pelayaran di Labuan Bajo

7. Potensi SAR lainnya

8. Dukungan masyarakat dan nelayan setempat

Selain penyisiran permukaan laut, tim juga melaksanakan dua kali penyelaman (sorti) yang dilakukan oleh PT Nusasar. Namun, penyelaman menghadapi hambatan akibat arus laut yang cukup kuat dan keterbatasan jarak pandang di bawah laut.

Penggunaan Teknologi SAR

Dalam operasi pencarian, KSOP Labuan Bajo telah berkoordinasi dengan berbagai potensi SAR untuk memaksimalkan penggunaan teknologi, antara lain:

1. ROV (Remotely Operated Vehicle) milik TNI AL dan Polairud

2. Side Scan Sonar (Kinsonar) untuk pemetaan bawah laut

3. Drone thermal udara untuk pemantauan dari udara

Namun, penggunaan ROV laut belum dilakukan karena kondisi arus laut yang dinilai berisiko terhadap keselamatan peralatan.

“Kami mempertimbangkan keselamatan personel dan peralatan karena arus di lokasi cukup deras,” jelas Stephanus.

Radius dan Durasi Operasi SAR

Radius pencarian awal ditetapkan sejauh 5 hingga 6 NM, baik ke arah utara maupun selatan dari titik duga. Seiring perkembangan operasi, area pencarian diperluas hingga sekitar 10 NM, menyesuaikan kondisi arus dan cuaca.

Operasi SAR dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, dengan masa operasi 7 hari.

Terkait kemungkinan perpanjangan, Stephanus menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan setelah hari ketujuh operasi, termasuk mempertimbangkan permintaan dari pihak keluarga korban.

Peran Nelayan

KSOP Labuan Bajo juga memastikan bahwa nelayan setempat telah dilibatkan secara aktif dalam hal penyampaian informasi.

“Setiap nelayan yang memperoleh informasi atau menemukan tanda-tanda korban langsung menyampaikan kepada tim SAR,” ujarnya.

Namun demikian, belum ada rencana untuk melakukan mobilisasi nelayan secara resmi karena keterbatasan anggaran dan tim SAR yang ada masih dinilai mencukupi.

Kelayakan Kapal dan Cuaca

Menanggapi isu kelayakan kapal, Stephanus menegaskan bahwa KM Putri Sahkina dinyatakan laik laut dan telah menjalani pemeriksaan rutin. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada 12 November 2025, dengan sertifikat diterbitkan pada 13 November 2025 di Labuan Bajo.

Pemeriksaan meliputi:

1. Lambung dan struktur kapal

2. Mesin dan sistem navigasi

3. Radio komunikasi

4. Pengawakan kapal

5. Alat keselamatan (life-saving appliances)

Terkait cuaca, sebelum keberangkatan kapal pada 25 Desember 2025, perkiraan cuaca BMKG menunjukkan tinggi gelombang 0–0,5 meter, sehingga Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan.

Meski terdapat Notice to Mariners untuk periode 22–28 Desember 2025 terkait potensi gelombang tinggi di wilayah NTT, Stephanus menegaskan bahwa edaran tersebut bersifat umum dan data spesifik perairan Labuan Bajo saat itu masih dinilai aman.

Data Kapal Masih Dalam Pemeriksaan

KSOP Labuan Bajo memastikan bahwa data kepemilikan kapal tersedia dan lengkap, namun saat ini masih dalam proses pemeriksaan lanjutan sehingga belum dapat dipublikasikan.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *