Oleh: Yustina Sati …
Menjadi Nahkoda di Era Digital: Kendali Remaja atas Candu Layar
menjadi-nahkoda-di-era-digital-kendali-remaja-atas-candu-layar-//
Polemik TPA Poco: Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai
Penulis: Fransiskus Arto Ganggur (Aktivis GmnI Cabang Manggarai)
Fenomenologi Kampus: Antara Ruang Intelektual atau Arena Peragaan Busana
Kampus perlahan berubah menjadi panggung narsisme, tempat di mana sebagian mahasiswa lebih sibuk mempertontonkan tubuh dan gaya berpakaian daripada mengasah daya pikir.
Menakar Asa di Tanah Nucalale, Mengapa Kita Masih Tertinggal?
Menakar-Asa-di-Tanah- Nucalale-Mengapa-Kita-Masih-Tertinggal?-//
Menimbang Ulang Normalisasi Hubungan Kaum Muda di Tanah Nucalale
Menimbang-Ulang- Normalisasi-Hubungan-Kaum- Muda-di-Tanah-Nucalale-//
The Rise of Crime Among Teenagers: A Threat to the Future of Nation’s Generation
Solid cooperation among all parties is necessary to ensure that adolescents do not stray from the right path. With effective synergy, crime rates among adolescents can be reduced.
Stasi St. Siprianus Necak dan Esensi Perayaan Iman: Melangitkan Doa, Menyemai Persaudaraan Sejati
Persaudaraan sejati tidak tumbuh dari kesamaan latar belakang, ia tumbuh dari ketulusan hati yang berani membuka diri untuk berjalan bersama.
Esensi Keheningan dan Pemenuhan Jati Diri di Era Digital
Pengetahuan diri yang benar hanya lahir dari perenungan yang mendalam, sementara perenungan yang mendalam membutuhkan kebebasan dari gangguan luar.
Media Sosial: Jembatan atau Jurang Generasi?
Penulis: Sandrianus Kasiman (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

