Opini oleh Kristiano Suhardi Natal
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Sering kali kita mendengar pertanyaan, “Sudahkah kamu memeriksakan diri ke dokter?” ketika seseorang jatuh sakit.
Hal ini seolah mengisyaratkan bahwa dokter adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab penuh atas kesehatan kita.
Padahal, menjaga kesehatan sebenarnya tidak harus mahal dan rumit. Kita bisa memulainya dari kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti mengonsumsi makanan rumahan dengan gizi seimbang serta mengurangi konsumsi gula, garam, dan minyak berlebih.
Selain itu, meluangkan waktu untuk berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari, menjaga pola tidur yang cukup selama 7–8 jam, dan mengelola stres dengan cara yang positif—bukan sekadar scrolling media sosial—juga sudah sangat membantu tubuh kita tetap bugar.
Saya tidak mengatakan dokter itu tidak penting. Dokter sangat krusial untuk pengobatan dan pemeriksaan rutin.
Namun, jangan serahkan seluruh tanggung jawab kesehatan kita kepada mereka.
Jika kita terus-menerus merusak tubuh sendiri lalu berharap dokter bisa menyembuhkannya secara instan, itu sama saja kita sedang membebani sistem kesehatan negara.
Bayangkan berapa banyak anggaran yang bisa dihemat negara jika rakyatnya lebih sehat. BPJS Kesehatan tidak akan terus-menerus mengalami defisit dana.
Dan yang paling penting, kita bisa menikmati hidup lebih lama dan lebih berkualitas bersama keluarga tercinta.
Jadi mulai hari ini, mari kita ubah pola pikir. Kesehatan bukan hanya urusan baju putih dokter. Kesehatan adalah urusan kita semua, dimulai dari hal-hal kecil di rumah masing-masing.
Sehat itu pilihan, bukan kebetulan. Sudahkah Anda siap bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri hari ini?













