Ribuan Produk NTT Mart Dipasarkan, Tangan Dingin Melki-Johni Muliakan UMKM Lokal NTT

Pasangan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kepemimpinan pasangan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma (Melki-Johni) tengah mencatatkan sejarah baru dalam peta ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Bukan sekadar wacana di atas kertas, duet ini membuktikan tajinya melalui akselerasi nyata program NTT Mart yang kini telah menggurita di 18 kabupaten dan kota.

Kehadiran jaringan ritel modern ini menjadi bukti valid, di bawah kendali Melki-Johni, negara hadir sebagai regulator, kurator, sekaligus penggerak pasar bagi produk-produk rakyat yang selama ini terpinggirkan.

Revolusi ekonomi ini bukanlah proyek semalam. Perjalanan panjang “Gerakan Beli NTT” dimulai sejak peresmian perdana di Kota Kupang pada 10 Desember 2025.

Sejak saat itu, gerbong NTT Mart terus bergerak melintasi pulau-pulau, membawa harapan baru bagi ribuan pelaku UMKM hingga akhirnya mencapai titik ke-18 di Kabupaten Manggarai pada 27 Januari 2026.

Kedua pemimpin NTT ini sadar betul bahwa persoalan klasik UMKM di NTT bukan pada semangat produksi, namun pada kebuntuan akses pasar.

Melalui tangan dingin mereka, ribuan produk lokal yang dulunya hanya tersaji di pasar tradisional, kini dikemas secara profesional dan masuk ke etalase modern yang membanggakan.

Baca Juga: Gubernur Melki Resmikan NTT Mart, Dorong Penguatan IKM dan Ekonomi Kerakyatan

Konsolidasi Ekonomi Lintas Daratan

Ulasan kinerja ekonomi ini menunjukkan angka-angka yang sangat impresif dan terukur.

Dimulai dari episentrum di Kota Kupang sebagai Main Hub (2.100 produk), Melki-Johni secara konsisten menyisir daratan Timor dengan mengaktifkan gerai di Kabupaten Kupang (700 produk), Belu (1.000 produk), Timor Tengah Utara (1.200 produk), serta Malaka (800 produk).

Strategi ini memastikan bahwa produk-produk dari batas negeri tetap memiliki daya saing tinggi.

“NTT Mart adalah jawaban atas keraguan para pelaku usaha kita. Kami ingin setiap jengkal tanah di NTT, dari pelosok desa hingga perbatasan, produknya memiliki tempat terhormat dan akses pasar yang pasti,” tegas Gubernur Melki dalam arahannya mengenai visi kemandirian ekonomi daerah.

Pergerakan ini terus berlanjut ke daratan Sumba, di mana Melki-Johni memberikan perhatian khusus pada hilirisasi komoditas lokal.

Sumba Timur mencatatkan 1.104 jenis produk, diikuti Sumba Tengah (750 produk), Sumba Barat (950 produk), dan Sumba Barat Daya (1.050 produk).

Keberhasilan di Sumba menjadi simbol bahwa sentuhan kepemimpinan mereka mampu mengubah potensi alam menjadi nilai ekonomi yang langsung dirasakan oleh puluhan pelaku UMKM di setiap titiknya.

Di daratan Flores dan Lembata, penetrasi NTT Mart bergerak lebih masif.

Kekuatan ekonomi kerakyatan di wilayah ini tersebar nyata melalui Manggarai Barat (1.400 produk), Manggarai Timur (850 produk), Ngada (1.002 produk), Nagekeo (900 produk), Ende (950 produk), Sikka (900 produk), Flores Timur (1.100 produk), serta Lembata (850 produk).

Rangkaian ini akhirnya mencapai titik ke-18 di Kabupaten Manggarai dengan lonjakan 1.500 produk unggulan dari 55 pelaku industri lokal.

Baca Juga: Pertama di NTT, Kabupaten Manggarai Resmikan NTT Mart Berbasis Lembaga Pendidikan

Kolaborasi Strategis dan Perbaikan Sistem

Di balik masifnya jumlah gerai, Melki-Johni menerapkan pola kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan perbankan menyediakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS di seluruh gerai, serta melibatkan Dekranasda NTT dalam proses kurasi kualitas produk secara ketat.

Hal ini mencakup perbaikan pada standar kemasan (packaging) dan pemberian sertifikasi halal serta izin BPOM secara kolektif bagi para pelaku IKM.

Keterlibatan aktif dari Koperasi dan Dinas Pendidikan menjadi faktor pembeda. Penempatan NTT Mart di satuan pendidikan menunjukkan visi regenerasi pengusaha muda sejak dini.

Perbaikan infrastruktur gerai dan sistem rantai pasok logistik juga terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan produk dari daratan Sumba tersedia di daratan Flores tanpa mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga: OPINI: Obral Jeruji KPK: “Cuci Otak” Pilkada oleh DPRD?

Kebijakan Sistematis Sebagai Jaminan Pasar

Secara kritis, keberhasilan ini tidak terlepas dari insting kepemimpinan Melki-Johni yang berani menjamin ekosistem pasar melalui kebijakan yang dikeluarkan.

Dengan mewajibkan seluruh ASN untuk berbelanja produk lokal di NTT Mart minimal 100.000 rupiah setiap bulannya, mereka menciptakan siklus ekonomi mandiri yang memastikan 759 pelaku UMKM dan total 19.106 jenis produk yang telah terkurasi tidak akan mati karena kehilangan pembeli.

“Kita tidak ingin UMKM hanya bisa berproduksi tapi tidak bisa menjual. Pemerintah hadir sebagai pembeli pertama sekaligus pembuka jalan ke pasar yang lebih luas,” ungkap Sekjen Pengurus Pusat PMKRI Perode 2002-2024 ini.

Wakil Gubernur Johni Asadoma menambahkan bahwa aspek pengawasan dan keamanan distribusi menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Wagub Johni juga menegaskan peran pemerintah yang tidak hanya berfokus pada kuantitas gerai, tetapi juga pada keandalan sistem operasional agar manfaat ekonomi benar-benar sampai ke tangan pelaku usaha tanpa hambatan birokrasi maupun teknis lainnya.

“Tugas kami bukan hanya meluncurkan gerai, tetapi memastikan kualitas produk UMKM tetap terjaga dan sistem distribusinya berjalan aman. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghidupi dapur pengusaha kecil kita,” ujar Wagub Johni.

Baca Juga: Putra NTT Terancam Batal Jadi Hakim MK, DPR RI Usulkan Politisi Golkar Adies Kadir

Menuju Penuntasan 100 Persen

Inilah wujud nyata dari politik ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Melki-Johni tidak hanya membangun gedung, mereka membangun ekosistem harga diri bagi produk-produk lokal.

Kini, mata seluruh masyarakat NTT tertuju pada penuntasan 100 persen jaringan NTT Mart di empat kabupaten tersisa—Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, dan TTS—yang dijadwalkan rampung pada Februari mendatang.

Dengan rekam jejak kerja yang sistematis ini, NTT tidak lagi sekadar bermimpi tentang kemandirian ekonomi.

Di bawah tangan dingin Melki-Johni, kemandirian itu kini sedang dibangun untuk masa depan generasi Flobamora yang lebih bermartabat dan sejahtera.

Disclaimer: Data dalam pemberitaan ini bisa berubah seiring dengan waktu operasi keseluruhan gerai di provinsi NTT.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *