MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Peluncuran NTT Mart UBSP Lembu Nai oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menjadi tonggak penting bagi penguatan ekosistem produk lokal di Kabupaten Manggarai.
Lembaga pendidikan SMKN 1 Satar Mese tampil sebagai salah satu eksponen utama dengan memamerkan kain tenun hasil karya peserta didik.
Kehadiran produk ini menjadi bukti nyata transformasi pendidikan vokasi yang kini mampu menjawab tantangan pasar ritel modern sekaligus konsisten menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan daerah.
Manajemen Unit Produksi dan Proteksi Akademik
Kepala Sekolah SMKN 1 Satar Mese, Fransiskus Jehoda, menegaskan bahwa kehadiran di NTT Mart merupakan solusi konkret atas kendala pemasaran yang selama ini membatasi daya serap karya siswa.
Dijelaskan olehnya, sekolah mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan teknis melalui UMKM internal, termasuk memfasilitasi kebutuhan bahan baku benang serta ketersediaan satu unit peralatan tenun guna menunjang produktivitas.
“Kami merancang proses produksi ini secara selektif pada jam ekstrakurikuler. Strategi tersebut diambil untuk menjamin bakat kreatif siswa tetap terasah tanpa mengorbankan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal di kelas,” jelas Fransiskus kepada media ini saat menghadiri peluncuran NTT Mart di SMAN 2 Langke Rembong, Selasa (27/01/2026).
Sebagai bentuk dukungan sistematis terhadap pengembangan minat dan bakat peserta didik, sekolah berkomitmen mengeskalasi program ini melalui jalur akademik.
Integrasi ke dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) tengah dipersiapkan agar aktivitas produksi memiliki landasan kurikulum yang kuat.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap siswa tidak hanya menguasai teknik menenun, namun juga memahami skema bisnis dan manajemen kewirausahaan secara profesional.
Ekspektasi dan Apresiasi Pengunjung
Keberadaan booth SMKN 1 Satar Mese mendapatkan atensi luas dari para pengunjung yang memadai lokasi peluncuran.
Kehadiran karya siswa di jaringan ritel resmi seperti NTT Mart dipandang memberikan kepastian bagi konsumen untuk mendapatkan komoditas lokal asli dengan standar mutu yang terjamin.
Terobosan ini dinilai mempermudah akses masyarakat dalam mendukung produk pendidikan vokasi yang kompetitif.
Yohana, salah satu pengunjung memberikan apresiasi tinggi terhadap aspek kualitas teknis tenunan yang dinilai telah melampaui standar produk praktik sekolah pada umumnya.
Ia menyoroti presisi motif dan kehalusan tekstur kain yang dianggap setara dengan produk industri kreatif profesional.
“Melihat karya anak SMK bisa masuk ke ritel modern seperti ini adalah lompatan besar. Kualitas tenunnya sangat rapi dan motifnya elegan, menunjukkan bahwa pendampingan di sekolah ini dilakukan secara serius dan profesional,” ujarnya.
Hilirisasi Budaya dan Promosi Pariwisata
Produk tenun ini dikembangkan dengan visi yang lebih luas sebagai instrumen hilirisasi dan promosi pariwisata daerah.
SMKN 1 Satar Mese memproyeksikan kain tenun ini sebagai komoditas unggulan bagi tamu institusi maupun wisatawan yang berkunjung ke situs-situs pariwisata di Manggarai.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat branding kolektif pariwisata berbasis kearifan lokal melalui produk fisik yang representatif.
Menyangkut kendala operasional, Fransiskus mengakui adanya tantangan pada manajemen waktu dan keterbatasan infrastruktur peralatan yang memadai.
Namun, hal tersebut dipandang sebagai dinamika yang tidak menyurutkan komitmen sekolah dalam membina talenta siswa.
Penyelenggaraan NTT Mart oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai diapresiasi sebagai langkah maju dalam mendukung hilirisasi produk pendidikan.
Fransiskus turut menyampaikan komitmen SMKN 1 Satar Mese sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing global tanpa melepaskan akar budaya lokal.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya akses pemasaran resmi ini bagi produk yang sebelumnya sulit menjangkau konsumen luas. Kami berharap ada atensi berkelanjutan, terutama dalam intervensi fasilitas produksi, agar produktivitas tenun siswa kami bisa optimal,” tutupnya.














