Manggarai, Pena1NTT.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manggarai kembali menjadi sorotan publik. Kritik tajam datang dari Ketua Pemuda Reo Bersatu, Egianus Bos, yang menilai pengelolaan transportasi, trotoar, dan perparkiran di wilayah tersebut berjalan tanpa arah yang jelas.

Punya Akal, Tapi Tak Berpikir
Dalam pernyataannya, Egi sapaan akrab Egianus Bos menggunakan kutipan lagu legendaris Rhoma Irama, “punya akal, tapi tak berpikir”, untuk menggambarkan lemahnya respons Dishub terhadap persoalan nyata di lapangan.
“Saya tanya, mana hasil kerja Dishub? Prestasinya apa? Parkir semrawut, angkutan kota banyak yang tak layak, dan jawabannya hanya ‘kami sudah coba menertibkan? Jawaban itu tidak bisa diterima!” tegas Egi dengan nada kecewa.

Parkir Liar dan Trotoar Dikuasai Pedagang
Menurut Egi, permasalahan klasik seperti parkir liar dan penggunaan trotoar untuk berjualan tidak kunjung diselesaikan, meski sudah menimbulkan kemacetan dan potensi kecelakaan, terutama di area pertokoan Kelurahan Reo.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan keresahan serupa: “Jalan sudah sempit, tapi tetap dipakai parkir dan berjualan. Kalau ada kecelakaan, siapa yang tanggung jawab?”

Budaya “Asal Bapak Senang” Dinilai Hambat Solusi
Egi menilai, persoalan tersebut diperparah oleh budaya birokrasi“asal bapak senang” (ABS). Menurutnya, pejabat hanya terlihat hadir di lapangan, namun tidak benar-benar memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dorongan untuk Sinergi dan Penegakan Aturan
Ketua Pemuda Reo Bersatu itu juga mendorong Dishub agar bersinergi dengan Satpol PP dan Kepolisian dalam menertibkan parkir liar. Ia menilai, langkah tegas seperti penggembosan ban atau penilangan bisa menjadi efek jera bagi pelanggar.
“Kalau tidak bisa ditindak sendiri, gandeng Satpol PP atau Polisi. Jangan biarkan kota ini terus-menerus kacau karena ketidaktegasan,” tegasnya.
Dugaan Pungli dan Desakan Evaluasi Kadishub
Lebih jauh, Egi juga menyinggung adanya dugaan praktik pungutan liar di wilayah Kelurahan Reo, yang menurutnya perlu diselidiki lebih lanjut. Ia menyerukan agar Bupati Heri Nabit segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Perhubungan.
“Kalau tidak mampu, lebih baik diganti saja. Kita butuh pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar memberi janji,” pungkasnya.
Dishub Manggarai Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Pena1NTT.com masih berupaya meminta tanggapan dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai, Saldi, terkait kritik tersebut. Namun hingga kini, yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi.














