
Pena1ntt.com.Manggarai-Tradisi adat masyarakat Manggarai untuk memberi sesajen (teing hang) kepada leluhur (empo) merupakan bentuk syukur dan permohonan doa agar dilindungi dan diberkati kehidupan.
Makna dan tujuan ritus teing hang tersebut merupakan wujut penghormatan kepada leluhur.
Menurut Kepsek Maria Oliva Nduang, Inti dari ritus ini adalah untuk menjaga hubungan dengan leluhur yang diyakini masih memiliki andil dalam kehidupan.
“Ungkapan syukur melaui ritual teing hang yang di laksanakan pada malam ini, merupakan ungkapan tanda terima kasih kepada Tuhan atas anugerah dan rezeki yang diberikan, juga kepada leluhur yang turut berperan dalam menjaga kelancaran hidup, secara khusus untuk para pendidik yang telah meninggal dunia dan telah berkontribusi terhadap SMPN 1 Reok”. Ucap Kepsek Maria, Sabtu, (26/09/2025).
Sementara di waktu sama, ketua Pelaksanaan HUT SMPN 1 Reok, Hamdan mengatakan Ritus ini menjadi sarana untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran dalam kegiatan perayaan ekaristi Hut ke-46 tahun SMPN 1 reok yang akan di gelar besok, Sabtu, 27 Sebtember 2025.
“Momen Pelaksanaan ritus teing hang pada kesempatan ini, memiliki fokus untuk memperingati HUT Sekolah ke-46 sekolah yang sebenarnya tepat di peringati pada 03 Sebtember, adalah perayaan yang bersifat institusional dan pendidikan”. Tutup Hamdan
Doa Adat Ritus teing hang, dipimpin oleh tetua adat, Florianus Tonce dan di saksikan oleh Ketua Komite SMPN 1 Reok, Kanisius Tamung, beserta seluruh Bapak/ibu guru dan para pegawai SMPN 1 Reok.














