
Manggarai Timur, Pena1NTT.com – Kekalahan telak 4–1 yang diderita Kecamatan Kota Komba Utara (KKU) dari Kecamatan Lamba Leda Utara pada ajang Bupati Cup 2025 menjadi pukulan memalukan. Hasil ini tidak hanya menunjukkan lemahnya kualitas tim, tetapi juga menjadi bahan evaluasi kegagalan pola lama dalam mengelola sepak bola kecamatan.
Selama ini, manajemen KKU dinilai terlalu bergantung pada seleksi instan menjelang turnamen tanpa program pembinaan yang jelas. Pola tambal sulam itu akhirnya berbuah kekalahan yang menyakitkan, sekaligus kritik keras dari publik pecinta sepak bola.
Menjawab kekecewaan itu, pihak kecamatan melalui Sekretaris Camat (Sekcam), Hironimus Toi, memastikan akan lahir sebuah organisasi independen khusus sepak bola. Lembaga ini akan diisi oleh pengurus dari 11 desa, dengan mandat membangun sistem pembinaan yang terstruktur.
Tidak lagi bergantung pada ajang musiman, setiap bulan akan diadakan latihan bersama dengan sistem rolling di tiap desa. Konsep ini diyakini mampu membuka peluang bagi bakat-bakat muda untuk berkembang secara merata dan berkesinambungan.
“Kami berterima kasih untuk semua kritikan dan saran setelah KKU menalan kekalahan besar di Bupati Cup 2025.Kedepannya, Kami ingin sepak bola KKU mengalami revolusi besar, salah satunya dengan mendirikan organisasi independen khusus sepak bola Kota Konba Utara, agar lahir generasi baru yang benar-benar siap bersaing,” tegas Hironimus Kepada Media ini, Rabu(24/09/2025)
Langkah ini dinilai sebagai revolusi sepak bola desa di KKU—membangun pondasi dari akar rumput, bukan sekadar tambal sulam untuk mengejar prestasi sesaat. Jika benar dijalankan konsisten, KKU berpeluang melahirkan generasi baru pesepak bola yang mampu bersaing di level regional bahkan nasional.














