Pengetahuan diri yang benar hanya lahir dari perenungan yang mendalam, sementara perenungan yang mendalam membutuhkan kebebasan dari gangguan luar.
Media Sosial: Jembatan atau Jurang Generasi?
Penulis: Sandrianus Kasiman (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
The Literacy Crisis Among College Students: Who is to Blame?
Written by: Amandus D. Bandur, Floretina T.P. Amba, Maria Dasta Nafa, and Indramaya Folenta
Simfoni di Pucuk Beludru: Risalah Tiga Takdir yang Menguap
Penulis: Arto Ganggur (Aktivis GmnI Cabang Manggarai)
Disorientasi Budaya Manggarai: Dari Tuntunan Hidup Menuju Komoditas Digital
Penulis: Felsianus Gol (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
Ketergantungan Gadget dan Menurunnya Interaksi Sosial
Oleh: Anjelika Esa Depu Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah cara manusia…
Ketika Tatapan Berubah Menjadi Belenggu
Penulis: Rolintina Oden (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng — Ketua HMPS PGSD UNIKA St. Paulus)
Victim Blaming: Kajian Ruang Aman Perempuan NTT dalam Kajian UU TPKS
Penulis: Edwin Dianto (Mahasiswa STIE KARYA – Aktivis PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
Guru: Dimuliakan dalam Kata, Terabaikan dalam Kebijakan
Penulis: Heribertus Harianto Harjo (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
Salah Terlahir sebagai Perempuan dalam Sudut Pandang Novel “Cantik itu Luka”
Penulis: Irenius Arsin (Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus)
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

