Opini ini ditulis oleh Fransiskus Jerin Kasman (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus)
Tidak Ada Lagi Ruang Aman untuk Perempuan?
Oleh: Andini Fatima Day Yesu “Perempuan adalah rahim peradaban.” Kalimat ini kerap kita dengar…
Kaum Muda dan Kepedulian terhadap Fenomena Sosial
Oleh: Yohana Anista Belgia Kaum muda sering disebut sebagai agen perubahan. Energi, kreativitas, dan idealisme…
Peran Generasi Muda dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan
Oleh: Yurdianus Kristo Oula,a Kerusakan lingkungan saat ini semakin mengkhawatirkan. Pencemaran udara, penumpukan sampah plastik,…
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak di Era Digital
Oleh: Maria Novita Hamat Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter anak….
Merawat Keharmonisan di Tengah Perbedaan
Oleh: Fransiska Novita Dewy Keharmonisan adalah keadaan ketika perbedaan tidak lagi menjadi sumber pertentangan, melainkan…
Perkuliahan Panjang: Investasi Masa Depan atau Beban Berkepanjangan?
Oleh: Marta Fitriana Fenisa Perkuliahan dengan durasi yang lebih lama dari standar umum—misalnya program strata…
Fenomena Bunuh Diri di Manggarai dalam Terang Ajaran Gereja Katolik
Penulis: Blasius Faranto Makur (Mahasiswa Semester II STIPAS St. Sirilus Ruteng)
Urgensi Literasi Digital bagi Generasi Muda
Generasi muda wajib memiliki ketajaman dalam membedakan validitas data dari hoaks, memisahkan fakta dari opini, serta memahami konteks sosial-politik dari sebuah konten.
Kemiskinan Struktural dan Potret Buram Pembangunan NTT
Memutus rantai kemiskinan adalah panggilan iman. Saat masyarakat, pemerintah, dan Gereja bersinergi menciptakan keadilan, mereka tengah menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

