Opini  

Urgensi Pendidikan Karakter Bagi Mahasiswa

Opini oleh Adrianus Sergio Harman (Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Di era modern ini, menjadi mahasiswa pintar saja tidak cukup. Kita bisa melihat banyak orang yang IPK-nya tinggi, lulus cumlaude, tapi gagal dalam dunia kerja karena tidak memiliki karakter yang baik seperti jujur, disiplin, dan tanggung jawab.

Menurut saya, pendidikan karakter jauh lebih penting daripada sekadar nilai akademis. Karakter adalah fondasi utama yang menentukan bagaimana mahasiswa bersikap, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan masyarakat.

Saya melihat ada tiga alasan mengapa pendidikan karakter sangat penting bagi mahasiswa masa kini.

Pertama, untuk membentuk kejujuran dan tanggung jawab. Banyak kasus mahasiswa yang melakukan plagiarisme tugas, titip absen, atau curang saat ujian. Ini menunjukkan krisis karakter. Jika sejak kuliah sudah tidak jujur, bagaimana nanti saat bekerja?

Kedua, untuk membangun etika dalam berwirausaha dan bekerja. Seperti yang kita pelajari dari wawancara usaha kios, kos-kosan, dan bengkel, kunci kesuksesan usaha bukan hanya modal, tapi juga kejujuran kepada pelanggan dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Tanpa karakter yang baik, usaha sebesar apapun bisa hancur.

Ketiga, untuk menghadapi era digital. Saat ini mahasiswa hidup di tengah arus media sosial yang penuh dengan ujaran kebencian, hoax, dan gaya hidup hedonisme. Tanpa karakter yang kuat seperti sopan santun, empati, dan kontrol diri, mahasiswa akan mudah terbawa arus negatif.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa kampus tidak boleh hanya fokus mengejar nilai dan teori. Perlu ada kegiatan yang menanamkan karakter, seperti kegiatan sosial, organisasi, kewirausahaan, dan keteladanan dari dosen.

Kesimpulannya, mahasiswa yang berkarakter baik akan lebih dihargai daripada mahasiswa yang hanya pintar secara akademis. Karena pada akhirnya, orang akan mengingat bagaimana kita bersikap, bukan hanya berapa IPK kita.

Harapan saya, kita sebagai mahasiswa masa kini tidak hanya cerdas secara otak, tapi juga kuat secara karakter.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *