Pertama di NTT, Kabupaten Manggarai Resmikan NTT Mart Berbasis Lembaga Pendidikan

Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai di Kabupaten Manggarai.

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kabupaten Manggarai mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengintegrasikan pusat ritel daerah langsung ke dalam ekosistem akademik.

Peresmian NTT Mart yang berlokasi di SMA Negeri 2 Langke Rembong pada Selasa (27/01/2026) ini menjadi titik balik strategis, di mana lembaga pendidikan diposisikan sebagai garda terdepan dalam hilirisasi produk UMKM lokal tanpa mengintervensi tugas pokok kependidikan.

Berbeda dengan tujuh belas gerai sebelumnya yang menempati ruang publik pusat kota, Manggarai mengambil jalur infiltrasi ke sektor akademis guna memicu geliat ekonomi.

Langkah ini dipandang sebagai sebuah anomali positif yang menyatukan fungsi edukasi dan komersial dalam satu kawasan terpadu.

Demokrasi Ekonomi dan Profesionalisme Pengelolaan

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberanian untuk memulai adalah kunci, kendati inisiatif ini tidak lepas dari berbagai tantangan.

Baca Juga: Karya Tenun SMKN 1 Satar Mese Pukau Pengunjung NTT Mart, Komitmen Vokasi Lestarikan Budaya Lokal

Gubernur Melki memandang NTT Mart sebagai instrumen vital untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui sinkronisasi program One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), hingga One Church One Product (OCOP).

“Jika Presiden memulai penguatan ekonomi nasional melalui Koperasi Merah Putih, maka di NTT kita hadirkan NTT Mart sebagai perwujudan visi demokrasi ekonomi daerah,” jelasnya.

Penempatan gerai di lembaga pendidikan ini secara khusus dimaksudkan agar sekolah mampu bertransformasi menjadi laboratorium kewirausahaan nyata bagi para peserta didik.

Melalui skema ini, para pelajar diharapkan mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam dunia bisnis tanpa mengorbankan waktu belajar mereka.

Gubernur juga menyoroti peran strategis UMKM lokal sebagai nyawa dari gerakan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian sistem pendidikan dengan menyerahkan seluruh operasional gerai secara profesional kepada UBSP Lembu Nai.

“Keterlibatan pihak profesional seperti UBSP Lembu Nai adalah jaminan bahwa kualitas manajerial ritel terjaga tanpa sedikit pun mengganggu konsentrasi belajar-mengajar di sekolah ini,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur mewajibkan seluruh ASN untuk berbelanja produk di NTT Mart guna memberikan perlindungan bagi potensi UMKM lokal Manggarai agar mampu menembus pasar ritel modern yang selama ini sulit dijangkau.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Manggarai Lampaui Capaian Provinsi dan Nasional

Strategi Lokasi dan Pemberdayaan UMKM

Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, memberikan penjelasan mendalam mengenai pemilihan lokasi gerai yang berada di luar pusat perkotaan.

Strategi ini diambil untuk menghadirkan sentra ekonomi baru di wilayah yang selama ini minim jangkauan ritel, namun tetap mengandalkan standar pelayanan yang kompetitif untuk mengangkat martabat produk lokal.

“Kami sengaja memilih lokasi ini meskipun dianggap jauh dari pusat perkotaan, karena misi kita adalah mendekatkan akses ekonomi dan menghidupkan pelaku UMKM di wilayah sekitar,” ungkap Bupati Hery.

Bupati Hery menjelaskan lebih lanjut bahwa keberhasilan gerai ini sangat bergantung pada aspek harga, kualitas produk, dan pelayanan yang prima.

Hal-hal tersebut diposisikan sebagai nilai pembeda utama yang akan menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang, sehingga lokasi yang berada di luar pusat kota tidak menjadi hambatan bagi perputaran ekonomi.

Bupati Hery juga memaparkan rencana strategis pemerintah daerah yang akan menyediakan lokasi tambahan di ruko pusat kota pada Maret mendatang guna memperkuat jangkauan pasar.

Meningkatkan produktivitas, Bupati Hery mengimbau seluruh ASN dan elemen masyarakat untuk membangun sinergi kolektif dengan rutin berbelanja di NTT Mart demi meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Dukungan Strategis Mitra dan Kolaborasi Sektoral

Keberhasilan peluncuran NTT Mart di Manggarai tidak lepas dari dukungan kuat para mitra strategis, salah satunya Bank NTT.

Sebagai lembaga perbankan daerah, Bank NTT berperan krusial dalam menyediakan infrastruktur sistem pembayaran digital dan fasilitas perbankan yang memudahkan transaksi di gerai tersebut.

Dorong Akselerasi Ekonomi: Bank NTT Perkuat Ekosistem NTT Mart melalui Inovasi Finansial dan Digitalisasi

Dukungan ini mencakup digitalisasi UMKM lokal agar produk-produk mereka dapat terintegrasi dengan sistem keuangan yang modern dan transparan.

Kehadiran Bank NTT memastikan bahwa aliran modal berjalan secara akuntabel, sekaligus memberikan pendampingan finansial bagi para pelaku usaha lokal.

“Target kami jelas, Bank NTT ingin setiap potensi daerah di Manggarai dapat dikelola secara maksimal melalui wadah seperti NTT Mart. Kami adalah energi di balik pertumbuhan ini, dan kami akan terus mendukung kemajuan ekonomi daerah secara konsisten,” pungkas Romi Radjalangu, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng.

Secara keseluruhan, keberhasilan model ini sangat bergantung pada jalinan kerja sama yang harmonis antara pemerintah sebagai regulator, UBSP Lembu Nai sebagai pengelola profesional, perbankan sebagai pendukung finansial, serta lembaga pendidikan sebagai basis literasi.

Strategi berbasis kemitraan ini diharapkan menjadi standar baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat Manggarai dan seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *