MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng resmi memiliki nakhoda baru dalam struktur organisasi kemahasiswaan.
Melalui mekanisme demokrasi kampus yang berlangsung dinamis pada Selasa, 17 Maret 2026, pasangan Elfridus Teci dan Kristian Lampu berhasil mengamankan mandat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026/2027.
Momentum regenerasi ini diawali dengan panggung adu gagasan melalui pemaparan visi-misi serta debat terbuka antar kandidat.
Dalam sesi tersebut, setiap pasangan calon diuji kapasitas intelektualnya dalam merespons berbagai persoalan krusial di lingkungan kampus.
Dialektika yang muncul selama debat menjadi indikator kuat hidupnya nalar kritis mahasiswa STIE Karya Ruteng sebelum akhirnya menentukan pilihan di bilik suara.
Kemenangan pasangan Teci-Kristian diraih setelah unggul dalam perolehan suara atas dua kandidat calon lainnya. Keberhasilan ini menandai dimulainya babak baru bagi pengabdian mahasiswa di kampus tersebut
Sinergi Strategis dan Laboratorium Kepemimpinan
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE Karya Ruteng, Odilia Jayanti Mahu, memberikan apresiasi mendalam atas terlaksananya pemilihan yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis.
Menurutnya, BEM menduduki posisi sentral sebagai mitra strategis institusi dalam mencapai visi akademik.
Karena itu, ia menekankan organisasi BEM harus menjadi laboratorium kepemimpinan yang berintegritas bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
“Pengurus terpilih perlu menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan arah pengembangan kampus guna menciptakan iklim organisasi prestatif,” tegasnya.
Selain menyambut pengurus baru, Odilia menyampaikan penghormatan atas dedikasi pengurus lama. Pengalaman yang ditempa selama di STIE Karya diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pengabdian sosial di masa depan.
Nada optimisme juga datang dari Kornelia Dorceana Dangung, Ketua BEM periode sebelumnya.
Ia memandang antusiasme para kandidat sebagai sinyal kuat hidupnya demokrasi di lingkungan kampus.
Baginya, pergantian kepemimpinan adalah momentum krusial untuk merevolusi wajah organisasi agar lebih bersih secara integritas dan memberikan dampak nyata.
“Pemimpin baru membawa gagasan segar dengan energi revolusi yang berbeda. Ini adalah saatnya membawa kampus terbang lebih tinggi melalui ide-ide yang berdampak luas,” ujar Kornelia.

Komitmen Pengabdian dan Budaya Kritis
Ketua BEM Terpilih, Elfridus Teci, dalam orasi kemenangannya menegaskan posisi BEM sebagai wadah aspirasi yang progresif.
Teci memandang amanah ini sebagai tugas besar yang berfokus pada kontribusi nyata, bukan sekadar mengejar posisi atau formalitas kekuasaan.
Baginya, mandat dari mahasiswa adalah tanggung jawab moral guna memastikan suara-suara dari akar rumput kampus terakomodasi dengan baik.
“BEM harus hadir secara utuh untuk mahasiswa, menjadi jembatan komunikasi yang kokoh dengan pihak kampus. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar retorika di atas kertas,” ungkap Teci di hadapan massa mahasiswa.
Lebih lanjut, aktivis PMKRI Cabang Ruteng ini mengajak seluruh elemen mahasiswa meninggalkan zona nyaman sebagai penonton. Ia mendorong transformasi peran mahasiswa menjadi aktor perubahan yang aktif.
Teci berkomitmen membangun budaya kritis yang sehat, memperkuat solidaritas antarmahasiswa, serta menghidupkan semangat kolaborasi lintas program studi.
Meski menyadari tantangan dan kritik akan mewarnai perjalanannya, Teci meyakini keterbukaan serta kebersamaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan organisasi yang bermanfaat bagi seluruh civitas akademika.
Ia menegaskan kepemimpinannya akan berdiri di atas prinsip transparansi dan keberanian dalam memperjuangkan kepentingan kolektif.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya memohon dukungan, doa, serta kerja sama dari seluruh pihak. Mari kita wujudkan BEM sebagai organisasi yang progresif, berintegritas, dan benar-benar bermanfaat bagi seluruh mahasiswa,” pungkasnya.














