Berita  

Resmi Terdemisioner, Sekcab GMNI Kupang Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Kupang, Pena1NTT.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang resmi menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) XV di Aula STIM Kupang, 15–17 September 2025. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini menjadi ajang evaluasi kepengurusan lama sekaligus memilih kepengurusan baru.

Dengan mengusung tema “Relevansi Marhaenisme di Tengah Krisis Demokrasi dan Ketimpangan Sosial”, Konfercab XV menegaskan kembali posisi GMNI sebagai organisasi kader yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai marhaenisme di tengah tantangan zaman.

Konferensi GMNI Cabang Kupang Sedang Berlangsung (Dok: Iren Putra)

Alvino Latu, Sekretaris Cabang GMNI Kupang periode 2022–2024, secara resmi menyatakan dirinya telah terdemisioner. Dalam rilis yang diterima media ini , ia menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh kader, pengurus, dan alumni GMNI.

“Pertama, saya ucapkan limpah terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Banyak suka dan duka dalam dinamika kepengurusan ini. Sebuah kehormatan bisa belajar di rumah GMNI, kawah candradimuka lahirnya para pejuang-pemikir dan pemikir-pejuang. Dibentur, terbentur, maka akan terbentuk,” ujar Alvino.

Penyampaian Laporan Pertanggunjawaban (LPJ) DPC GMNI-Kupang Periode 2022-2024 (Dok: Iren Putra)

Ia menegaskan, tidak ada manusia yang sempurna, sehingga wajar jika selama menjalankan amanah terdapat kekurangan. Karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.

“Saya memohon maaf atas kesalahan maupun kekhilafan selama berproses di wadah ini. Barangkali ada sikap atau tutur kata yang tidak berkenan, khususnya kepada anggota, kader, rekan pengurus, maupun senior-alumni. Singkatnya, kepada seluruh keluarga besar GMNI Kupang,” tambahnya.

Pose bersama Panitia Pelaksana Konfercab XV. (Dok: Iren Putra)

Lebih jauh, Alvino mengajak seluruh kader GMNI untuk terus menjaga militansi perjuangan dengan merawat nilai-nilai organisasi serta ideologi marhaenisme sebagai roh gerakan.

“Kekuatan pada nilai-nilai dan ideologi gerakan menjadi sangat penting. Seperti kata Bung Karno: warisi apinya, jangan abunya,” tutup Alvino, kader asal Manggarai Timur tersebut.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *